StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Mahasiswa DKV Purwokerto Viral usai Sidang Tugas Akhir Bergaya Black Metal

0 0
Read Time:3 Minute, 16 Second

PURWOKERTO – Seorang mahasiswa Purwokerto sidang black metal menjadi perhatian warganet karena tampil berbeda saat menjalani ujian tugas akhir. Mahasiswa tersebut adalah Ragatama Arrauf Rahmaputra dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Telkom Purwokerto.

Ragatama atau Raga menghadiri sidang dengan riasan wajah hitam-putih yang dikenal sebagai corpse paint. Ia juga mengenakan pakaian serba hitam dan jaket kulit berhias paku yang identik dengan penampilan musisi black metal.

Penampilan tersebut bukan sekadar kostum untuk menarik perhatian. Raga menyesuaikan busana dan riasannya dengan tema tugas akhir yang sedang dipresentasikan di hadapan dosen penguji.

Tema Tugas Akhir Mengangkat Band Santet

Tugas akhir Raga berjudul “Perancangan Buku Komik Dokumenter Perjalanan Band Santet sebagai Artefak Visual.” Melalui karya tersebut, ia mengangkat perjalanan Band Santet sebagai bagian dari dokumentasi visual skena musik black metal Indonesia.

Raga merancang buku komik dokumenter untuk merekam perjalanan kelompok musik tersebut. Karena topiknya berkaitan erat dengan budaya visual black metal, ia memilih menghadirkan unsur itu secara langsung melalui penampilannya saat sidang.

Langkah tersebut memperlihatkan hubungan antara materi penelitian dan konsep presentasi. Unsur riasan, busana, dan gaya visual yang digunakan menjadi bagian dari cara Raga menjelaskan identitas subkultur yang sedang dikaji.

Sidang Berlangsung di Kampus Telkom Purwokerto

Sidang tugas akhir tersebut dilaporkan berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, di ruang DSP 302 Kampus Telkom University Purwokerto. Raga tetap menjalani proses akademik seperti mahasiswa lain, meskipun tampil dengan konsep visual yang tidak biasa.

Dosen penguji Aditya Tama Isdiarto mengaku sempat terkejut saat Raga masuk ke ruang sidang. Namun, ia mengapresiasi keberanian mahasiswa tersebut dalam menampilkan konsep yang sesuai dengan materi penelitian.

Meski menggunakan kostum black metal, penilaian tetap berfokus pada kualitas karya, argumentasi, dan presentasi. Raga kemudian dinyatakan lulus dengan revisi.

Foto Sidang Menyebar di Media Sosial

Foto-foto Raga saat mengenakan corpse paint kemudian dibagikan melalui akun Threads milik Aditya Tama Isdiarto. Unggahan itu disertai keterangan singkat mengenai ujian dalam suasana black metal.

Konten tersebut menyebar luas dan telah dilihat lebih dari 6,8 juta kali saat diberitakan. Warganet memberikan beragam komentar, mulai dari candaan hingga apresiasi terhadap totalitas Raga.

Sebagian pengguna media sosial menilai konsep tersebut kreatif karena tidak terlepas dari substansi tugas akhir. Penampilan Raga dianggap mampu membuat presentasi akademik lebih kuat secara visual tanpa menghilangkan tujuan ilmiahnya.

Corpse Paint Menjadi Identitas Visual Black Metal

Corpse paint merupakan riasan wajah dengan dominasi warna hitam dan putih yang dikenal dalam penampilan sejumlah musisi black metal. Riasan tersebut biasanya digunakan untuk menghadirkan kesan gelap, ekstrem, dan teatrikal.

Dalam konteks sidang Raga, riasan itu menjadi representasi langsung dari kebudayaan visual yang dibahas. Ia tidak hanya menjelaskan black metal melalui tulisan dan komik, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam penampilan.

Pendekatan ini sesuai dengan bidang Desain Komunikasi Visual yang mempelajari bagaimana pesan disampaikan melalui gambar, simbol, tipografi, warna, dan elemen visual lainnya.

Kreativitas Tetap Harus Didukung Substansi

Kisah mahasiswa Purwokerto sidang black metal memperlihatkan bahwa presentasi tugas akhir dapat dikemas secara kreatif. Namun, konsep visual tetap harus memiliki hubungan yang jelas dengan tema penelitian.

Kostum saja tidak cukup untuk menentukan kualitas tugas akhir. Mahasiswa tetap harus mampu menjelaskan metode, dasar teori, proses perancangan, dan hasil karya secara akademik.

Dalam kasus Raga, penampilannya dinilai relevan karena black metal menjadi objek utama dalam karya komik dokumenter yang ia rancang. Hal tersebut membuat kostum berfungsi sebagai bagian dari komunikasi visual, bukan sekadar sensasi.

Menunjukkan Ruang bagi Tema Alternatif

Tugas akhir Raga juga menunjukkan bahwa budaya populer dan subkultur musik dapat menjadi objek penelitian akademik. Perjalanan sebuah band dapat dikaji sebagai dokumentasi sejarah, identitas komunitas, dan artefak visual.

Tema seperti ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi bidang yang dekat dengan minat pribadi. Akan tetapi, prosesnya tetap membutuhkan riset, pengumpulan data, dan penyusunan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Viralnya penampilan Raga akhirnya tidak hanya membahas kostumnya. Perhatian publik turut mengarah pada karya dokumenter tentang Band Santet dan cara mahasiswa DKV menyampaikan sebuah penelitian melalui media visual. Cari dimana lagi situs game yang bisa dapatkan cuan paling besar cuman di karatetoto dong yuk gabung segera sekarang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %