Kebijakan larangan media sosial Australia kembali menjadi perbincangan setelah data awal menunjukkan mayoritas remaja masih dapat menggunakan platform sosial. Australia menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan nasional media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, tetapi penerapannya menghadapi tantangan besar.
Menurut temuan regulator internet Australia yang dilaporkan Reuters, lebih dari 8 dari 10 remaja Australia masih menggunakan media sosial tiga bulan setelah larangan mulai berlaku. Regulator menilai pemeriksaan usia yang diterapkan perusahaan teknologi belum cukup efektif.
TikTok hingga Instagram Terkena Aturan
Aturan Australia mencakup sejumlah platform besar, termasuk TikTok, YouTube, Instagram dan Facebook. Pemerintah mendorong perusahaan teknologi mengambil langkah untuk mencegah pengguna di bawah usia yang ditentukan memiliki akun.
Remaja Masih Bisa Menembus Sistem
Masalah utama berada pada proses verifikasi usia. Data regulator menunjukkan banyak pengguna remaja tetap dapat menggunakan layanan tersebut meskipun kebijakan pembatasan telah berjalan selama beberapa bulan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai seberapa efektif teknologi verifikasi usia apabila diterapkan dalam skala nasional.
Perusahaan Media Sosial Minta Data Dibaca Hati-hati
Perusahaan teknologi meminta agar kesimpulan terhadap data awal tidak dibuat terlalu cepat. Reuters melaporkan perusahaan media sosial menyerukan kehati-hatian dalam menafsirkan hasil awal penerapan larangan tersebut.
Perdebatan pun bergeser dari sekadar perlu atau tidaknya pembatasan menuju bagaimana aturan tersebut dapat diterapkan secara efektif.
Negara Lain Mulai Mengikuti Perkembangannya
Eksperimen Australia kini diperhatikan banyak negara. Sejumlah pemerintah di Eropa dan kawasan lain sedang mempertimbangkan atau mengembangkan pembatasan akses media sosial berdasarkan usia.
Vietnam, misalnya, telah mengusulkan aturan yang dapat melarang pengguna di bawah 16 tahun membuat unggahan, komentar atau reaksi di media sosial.
Media Sosial Hadapi Tekanan Global
Tekanan terhadap perusahaan platform juga meningkat melalui jalur hukum. Meta, YouTube, ByteDance dan Snap menghadapi ribuan gugatan di Amerika Serikat terkait tuduhan bahwa platform mereka dirancang dengan fitur yang dapat membuat pengguna muda terus terlibat. Perusahaan-perusahaan tersebut membantah berbagai tuduhan dalam perkara itu.
Australia Bisa Jadi Ujian untuk Dunia
Larangan media sosial Australia kini menjadi eksperimen kebijakan yang diperhatikan secara internasional. Hasil penerapannya dapat memengaruhi cara negara lain merancang aturan perlindungan anak di internet, terutama terkait verifikasi usia dan tanggung jawab perusahaan teknologi.

















































