StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Bukan Bintang, Bukan Lubang Hitam Biasa! Astronom Temukan “Black Hole Star”

0 0
Read Time:2 Minute, 4 Second

Astronom dari MIT dan sejumlah institusi lain menemukan objek merah ekstrem di alam semesta awal yang sulit dijelaskan menggunakan kategori benda langit biasa.

Objek tersebut mempunyai karakter seperti sebuah bintang raksasa, tetapi sumber energinya justru lebih menyerupai proses yang terjadi di sekitar black hole. Para peneliti kemudian menyebut kandidat objek baru tersebut sebagai black hole star.

Ukurannya Bisa Sebesar Tata Surya

Inilah bagian yang membuat penemuannya luar biasa.

Black hole star diperkirakan mempunyai ukuran keseluruhan yang dapat membentang sekitar skala Tata Surya, bukan sekadar sebesar Matahari.

Namun pusat sistemnya diduga mempunyai lubang hitam yang aktif mengonsumsi material di sekelilingnya.

Terang 100 Miliar Kali di Atas Kemampuan Bintang

Energinya menjadi petunjuk utama bahwa objek tersebut bukan bintang normal.

Menurut MIT, sumber tersebut menghasilkan energi sekitar 100 miliar kali lebih besar daripada batas yang secara fisik dapat dihasilkan bintang biasa. Tingkat energi seperti itu jauh lebih cocok dengan aktivitas lubang hitam.

Sederhananya:

TERLIHAT SEPERTI BINTANG RAKSASA → ENERGINYA TERLALU BESAR → ADA BLACK HOLE DI DALAM → MUNCUL KATEGORI BARU?

James Webb Membantu Membongkar Misterinya

Objek seperti ini berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai “little red dots”, populasi titik merah misterius yang terlihat oleh James Webb Space Telescope di alam semesta awal.

Para astronom selama ini mempertanyakan apa sebenarnya sumber cahaya ekstrem dari objek-objek tersebut.

Black hole star kini menawarkan salah satu kemungkinan jawabannya.

Berasal dari Masa Sangat Awal Alam Semesta

Objek kandidat tersebut diamati sebagaimana keadaannya ketika alam semesta masih sangat muda.

Ini penting karena salah satu misteri terbesar astronomi modern adalah bagaimana lubang hitam supermasif dapat tumbuh begitu cepat setelah Big Bang.

Black hole star mungkin memberikan mekanisme baru untuk menjelaskan pertumbuhan tersebut.

Black Hole Bisa “Memakan” Bintang dari Dalam

Model yang diajukan sangat menarik.

Bayangkan struktur gas raksasa yang menyerupai bintang. Di pusatnya terdapat lubang hitam yang terus menarik material.

Energi dari proses akresi kemudian menghasilkan cahaya luar biasa besar.

AWAN GAS RAKSASA → BLACK HOLE DI TENGAH → GAS JATUH KE PUSAT → ENERGI BESAR → BLACK HOLE TUMBUH

Dengan demikian, objek tersebut bisa terlihat seperti bintang dari luar tetapi mempunyai “mesin” yang sama sekali berbeda di dalamnya.

Bisa Menjadi Kategori Objek Astrofisika Baru

Para astronom masih harus menguji model tersebut dengan pengamatan tambahan. Jadi istilah black hole star belum berarti kategori baru sudah terbukti final.

Namun kandidat ini memberikan penjelasan yang menarik terhadap sejumlah observasi yang sebelumnya sulit dipahami.

Jika dikonfirmasi, penemuannya dapat membantu menjawab dua misteri sekaligus: apa sebenarnya little red dots dan bagaimana lubang hitam raksasa muncul begitu cepat di alam semesta awal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %