StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Gigi Manusia 6.500 Tahun Ternyata Dijadikan Kalung, Misterinya Baru Terungkap

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Liontin gigi manusia kuno menjadi temuan arkeologi yang sangat tidak biasa dari Serbia. Lebih dari enam milenium lalu, seseorang tampaknya melubangi sebuah gigi manusia dengan sengaja sehingga benda tersebut dapat dipasang pada tali atau digunakan sebagai ornamen.

Yang membuat ceritanya semakin menarik, artefak tersebut bukan baru saja digali. Gigi itu sudah berada dalam koleksi museum sebelum penelitian terbaru mengungkap arti pentingnya.

Liontin Gigi Manusia Kuno Berusia 6.500 Tahun

Artefak berasal dari situs Jablanica, yang berkaitan dengan kebudayaan Vinča pada periode Neolitik di kawasan Balkan.

Para peneliti memperkirakan benda tersebut berusia lebih dari 6.500 tahun.

Namun, bentuknya bukan seperti gigi manusia biasa.

Terdapat lubang yang dibuat secara sengaja.

Petunjuk tersebut membuat ilmuwan mempertimbangkan kemungkinan bahwa gigi pernah digantung menggunakan tali.

Konsep sederhananya:

GIGI MANUSIA → DILUBANGI → DIBERI TALI → DIPAKAI → MENJADI ORNAMEN

Kenapa Manusia Memakai Gigi Manusia?

Inilah pertanyaan besarnya.

Para peneliti belum dapat memastikan makna sebenarnya dari benda tersebut.

Gigi mungkin mempunyai fungsi sebagai ornamen pribadi, simbol identitas atau benda dengan makna sosial tertentu.

Namun, tanpa bukti tambahan, alasan spesifik penggunaannya tetap menjadi misteri.

Bukan Gigi Hewan

Manusia prasejarah memang diketahui menggunakan bagian tubuh hewan sebagai ornamen.

Gigi hewan, tulang dan cangkang dapat dibuat menjadi kalung atau dekorasi tubuh.

Tetapi artefak Jablanica berbeda karena bahan dasarnya adalah gigi manusia.

Itulah yang membuat temuan tersebut sangat menarik bagi arkeolog.

Lubangnya Dibuat dengan Sengaja

Lubang pada gigi memberikan petunjuk penting.

Membuat lubang pada material keras ribuan tahun lalu membutuhkan alat serta keterampilan.

Artinya, kemungkinan besar benda tersebut tidak terbentuk secara alami.

Seseorang memang ingin mengubah gigi menjadi sebuah objek.

AMBIL GIGI → BOR MANUAL → BUAT LUBANG → PASANG TALI → PAKAI

Siapa Pemilik Giginya?

Pertanyaan berikutnya bahkan lebih misterius.

Belum diketahui apakah gigi berasal dari:

ANGGOTA KELUARGA → TOKOH PENTING → ORANG YANG MENINGGAL → ATAU INDIVIDU LAIN

Karena itu, ilmuwan harus berhati-hati ketika menafsirkan fungsi artefak tersebut.

Penelitian arkeologi tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa benda tersebut merupakan jimat atau bagian dari ritual tanpa bukti pendukung.

Museum Ternyata Bisa Menyimpan Penemuan Baru

Kasus ini juga menunjukkan bahwa penemuan arkeologi tidak selalu terjadi ketika seseorang menggali tanah.

Museum di seluruh dunia menyimpan jutaan artefak yang dikumpulkan selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Ketika benda lama diperiksa kembali menggunakan metode penelitian modern, identitas atau kegunaannya terkadang berubah.

DIGALI → MASUK KOLEKSI → TERSIMPAN → DITELITI ULANG → MISTERI TERUNGKAP

Satu Gigi Membuka Kehidupan 6.500 Tahun Lalu

Liontin gigi manusia kuno tersebut mungkin terlihat seperti benda kecil. Namun, artefak ini memberikan petunjuk mengenai bagaimana masyarakat Neolitik menggunakan tubuh, material dan ornamen untuk mengekspresikan sesuatu yang dianggap penting.

Lebih dari 6.500 tahun kemudian, lubang kecil pada sebuah gigi menjadi bukti bahwa seseorang pernah dengan sengaja mengubah bagian tubuh manusia menjadi benda yang kemungkinan dapat dikenakan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %