StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Robot Super Kecil Bisa “Berburu” Bakteri, Tenaganya Cuma dari Cahaya

0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Robot mikroskopis berbasis cahaya menjadi salah satu perkembangan teknologi mikro yang menarik perhatian. Ukurannya sangat kecil, tetapi robot tersebut dapat bergerak melalui cairan dan berinteraksi dengan bakteri.

Alih-alih memakai baterai mini, para peneliti menggunakan cahaya sebagai sumber penggerak dan kontrol.

Robot Mikroskopis Berbasis Cahaya Bisa Berenang

Pada skala mikroskopis, bergerak di dalam air tidak sesederhana berenang seperti ikan.

Gaya yang bekerja pada benda sangat kecil berbeda dibandingkan benda berukuran besar. Karena itu, ilmuwan membutuhkan desain khusus agar robot dapat bergerak secara terkontrol.

Dalam penelitian ini, cahaya digunakan untuk membantu menggerakkan robot.

Konsepnya:

CAHAYA → ROBOT AKTIF → BERGERAK → MENDEKATI BAKTERI → MENGUMPULKAN BAKTERI

Bisa Mengumpulkan Bakteri

Kemampuan paling menarik bukan sekadar pergerakannya.

Robot dapat mengumpulkan bakteri dari cairan, kemudian membawanya menuju lokasi yang ditentukan.

Bayangkan robot seperti kapal pengangkut supermini.

Bedanya, muatannya bukan kontainer.

MUATANNYA ADALAH BAKTERI.

Tidak Membutuhkan Mesin seperti Robot Biasa

Kalau mendengar kata robot, kita biasanya membayangkan:

MOTOR → BATERAI → CHIP → RODA

Namun ketika ukurannya diperkecil hingga skala mikroskopis, pendekatan tersebut menjadi sangat sulit.

Karena itu, cahaya menjadi alat menarik untuk mengendalikan perangkat kecil tanpa harus memasukkan sistem mekanis besar ke dalamnya.

Seperti “Anjing Gembala” untuk Mikroba

Cara kerjanya dapat dibayangkan seperti menggiring sekumpulan hewan.

Robot bergerak menuju bakteri, mengumpulkannya, lalu membantu memindahkan kumpulan tersebut ke lokasi lain.

Bedanya, seluruh proses berlangsung dalam dunia mikroskopis.

BAKTERI TERSEBAR → ROBOT DATANG → BAKTERI DIKUMPULKAN → DIPINDAHKAN

Potensinya Bisa Lebih Luas

Teknologi seperti ini berpotensi digunakan untuk penelitian yang membutuhkan manipulasi sel dan mikroorganisme secara presisi.

Namun, penelitian tersebut masih merupakan teknologi eksperimental. Robot mikro ini belum berarti dokter dapat langsung memasukkannya ke tubuh manusia untuk memburu bakteri penyebab penyakit.

Tahap penelitian dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan sebelum aplikasi medis tertentu dapat diwujudkan.

Dunia Robot Semakin Mengecil

Robotika selama ini bergerak ke dua arah.

Di satu sisi, manusia membuat robot humanoid semakin besar dan kompleks.

Di sisi lain, ilmuwan justru membuat mesin semakin kecil:

ROBOT INDUSTRI → ROBOT MINI → MICROROBOT → ROBOT MIKROSKOPIS

Pada skala tersebut, robot tidak lagi membutuhkan tangan dan kaki agar berguna.

Kemampuan untuk bergerak dan memanipulasi objek biologis kecil sudah dapat membuka berbagai kemungkinan baru.

Cahaya Menjadi Remote Control

Bagian paling futuristik adalah sistem penggeraknya.

Cahaya dapat memberikan energi sekaligus membantu mengontrol gerakan pada perangkat mikroskopis.

Karena itu, robot mikroskopis berbasis cahaya dapat menjadi platform menarik untuk penelitian biologi dan teknologi mikro.

Apa yang terlihat seperti titik kecil di bawah mikroskop ternyata dapat berfungsi sebagai mesin yang berenang, mencari bakteri, mengumpulkannya, lalu mengantarkannya ke tempat lain.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %