Black hole star menjadi salah satu penemuan astronomi menarik pada 2026. Objek bernama MoM-BH-1* ditemukan ketika astronom mencari galaksi sangat jauh menggunakan James Webb Space Telescope.
Awalnya, objek tersebut hanya terlihat sebagai titik merah yang sangat terang. Namun, analisis spektrum menunjukkan bahwa penjelasan berupa bintang biasa tidak cocok dengan energi yang dipancarkannya.
Black Hole Star Memancarkan Energi Luar Biasa
Objek tersebut memiliki ukuran yang diperkirakan kurang lebih sebanding dengan Tata Surya.
Akan tetapi, energinya luar biasa besar.
Menurut tim peneliti, objek itu menghasilkan sekitar 100 miliar kali lebih banyak energi daripada yang secara fisik dapat dihasilkan bintang biasa. Tingkat energi tersebut jauh lebih cocok dengan aktivitas sebuah lubang hitam.
Jadi misterinya muncul:
UKURANNYA SEPERTI BINTANG RAKSASA → CAHAYANYA SEPERTI BINTANG → ENERGINYA SEPERTI LUBANG HITAM
Di Tengahnya Diduga Ada Lubang Hitam Raksasa
Simulasi memberikan penjelasan menarik.
Para astronom memperkirakan terdapat lubang hitam sekitar 100.000 kali massa Matahari di bagian tengah objek.
Namun lubang hitam tersebut tidak terlihat seperti gambaran klasik lubang hitam yang dikelilingi cakram terang.
Sebaliknya, ia kemungkinan terbungkus selubung gas hidrogen yang sangat besar dan padat.
Strukturnya kira-kira:
LUBANG HITAM → SELUBUNG GAS RAKSASA → GAS MEMANCARKAN CAHAYA → TERLIHAT SEPERTI BINTANG
Ditemukan di Alam Semesta Sangat Muda
MoM-BH*-1 berada sangat jauh.
Cahaya yang diterima teleskop berasal dari masa ketika alam semesta baru berumur beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang.
Karena itu, astronom sebenarnya sedang melihat kondisi kosmos pada masa yang sangat awal.
Misteri “Little Red Dots” Bisa Terjawab
Sejak James Webb mulai mengamati alam semesta jauh, astronom menemukan banyak objek kecil yang dikenal sebagai little red dots.
Mereka terlihat merah, terang dan kompak.
Masalahnya, objek tersebut muncul cukup sering di alam semesta awal tetapi hampir menghilang pada zaman kosmik sekarang. Identitasnya menjadi salah satu perdebatan besar pada era JWST.
Penemuan MoM-BH*-1 menawarkan kemungkinan baru:
LITTLE RED DOTS = BLACK HOLE STARS?
Tim peneliti mengatakan banyak little red dots setidaknya konsisten dengan skenario lubang hitam yang tertanam dalam selubung gas.
Bisa Menjelaskan Lubang Hitam Supermasif
Ada misteri lain yang lebih besar.
Astronom telah menemukan lubang hitam supermasif pada periode yang sangat awal dalam sejarah alam semesta.
Pertanyaannya adalah bagaimana lubang hitam dapat tumbuh begitu besar dalam waktu relatif singkat.
Jika black hole star memang merupakan fase nyata dalam evolusi kosmik, objek seperti ini berpotensi membantu ilmuwan memahami bagaimana lubang hitam awal memperoleh massa dengan cepat.
Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sifat objek tersebut.
Alam Semesta Punya Objek yang Belum Pernah Kita Kenal
Penemuan ini menunjukkan bahwa kategori benda langit mungkin belum lengkap.
Selama ini kita mengenal:
BINTANG → GALAKSI → NEBULA → LUBANG HITAM
Kini ada kandidat yang berada di antara konsep tersebut:
LUBANG HITAM + SELUBUNG GAS SEUKURAN TATA SURYA = “BLACK HOLE STAR”
Jika interpretasi tersebut dikonfirmasi, black hole star dapat menjadi jenis objek astrofisika baru sekaligus petunjuk penting untuk memahami bagaimana alam semesta muda membentuk lubang hitam raksasa.












































































