StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Ribuan Robot Bertanding di Beijing, Aksi Jatuh dan Selebrasinya Viral

0 0
Read Time:2 Minute, 52 Second

Robot humanoid Beijing sedang menjadi perhatian setelah ribuan mesin berbentuk manusia bertanding dalam World Humanoid Robot Games. Kompetisi tersebut mempertemukan robot dalam berbagai pertandingan olahraga dan tantangan dunia nyata. Moreover, banyak momen tak terduga dari arena justru menjadi viral di internet.

Jumlah pesertanya juga melonjak. Sekitar 500 robot mengikuti penyelenggaraan sebelumnya, sedangkan tahun ini jumlahnya dilaporkan meningkat menjadi lebih dari 2.000 robot. Therefore, kompetisi tersebut sekaligus menjadi demonstrasi perkembangan industri humanoid yang sangat cepat.

Robot Humanoid Beijing Bertanding Seperti Manusia

Arena pertandingan terlihat seperti kompetisi olahraga biasa.

However, atletnya adalah mesin.

Robot mengikuti berbagai pertandingan dan demonstrasi kemampuan fisik. For example, cuplikan perlombaan lari memperlihatkan humanoid bergerak dengan kecepatan tinggi.

Masalah muncul ketika robot harus berhenti.

Beberapa mesin kehilangan keseimbangan atau menabrak penghalang setelah berlari. As a result, rekamannya menjadi tontonan yang ramai dibagikan.

Ada Robot Bertarung lalu Selebrasi

Salah satu video viral memperlihatkan dua robot bertanding.

Robot merah mencoba melakukan tendangan. However, gerakan tersebut justru membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Robot biru tetap berdiri.

Next, mesin tersebut melakukan gerakan seperti selebrasi kemenangan.

Video momen itu tercatat memperoleh sekitar 3 juta tayangan pada salah satu unggahan yang dilacak platform tren sosial.

Lebih dari 2.000 Robot Turun ke Arena

Skala kompetisi tahun ini jauh lebih besar.

World Humanoid Robot Games edisi kedua menghadirkan lebih dari 2.000 robot dan ratusan tim. BBC melaporkan terdapat 666 tim yang berkompetisi di Beijing.

Moreover, pertandingan tidak hanya bertujuan mencari pemenang.

Arena ekstrem memberikan kesempatan bagi pengembang untuk melihat bagaimana robot menghadapi situasi yang sulit diprediksi.

Robot Jatuh Justru Memberikan Data

Robot yang tersandung terlihat lucu di video.

Bagi insinyur, kejadian tersebut justru berharga.

For example, pengembang dapat mempelajari bagaimana mesin kehilangan keseimbangan ketika berlari atau melakukan perubahan arah.

Data kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki algoritma kontrol.

Alurnya:

ROBOT BERGERAK → GAGAL → DATA DIREKAM → ALGORITMA DIPERBAIKI → ROBOT MENCOBA LAGI

Therefore, kegagalan di arena dapat membantu pengembangan robot generasi berikutnya.

Keseimbangan Menjadi Tantangan Besar

Berjalan dengan dua kaki merupakan pekerjaan yang jauh lebih kompleks daripada terlihat.

Manusia secara otomatis melakukan ribuan penyesuaian kecil untuk menjaga tubuh tetap tegak.

Meanwhile, robot membutuhkan sensor, motor, komputer, dan perangkat lunak untuk melakukan pekerjaan serupa.

Saat berlari, tantangannya meningkat.

Sistem harus mengetahui posisi kaki, kemiringan tubuh, kecepatan, dan kondisi permukaan dalam waktu sangat singkat.

Bukan Cuma Pertandingan Olahraga

Humanoid dikembangkan untuk tujuan yang jauh lebih luas.

For example, robot masa depan dapat digunakan di pabrik, gudang, pelayanan publik, atau lingkungan yang berbahaya bagi manusia.

Kemampuan berjalan dan memanipulasi benda menjadi penting karena dunia kita pada dasarnya dibangun untuk tubuh manusia.

Tangga dibuat untuk kaki manusia.

Pintu dibuat untuk tangan manusia.

Therefore, robot berbentuk humanoid secara teori dapat menggunakan banyak infrastruktur yang sudah tersedia tanpa mengubah lingkungan secara total.

China Sedang Mendorong Industri Humanoid

Kompetisi berskala besar juga memperlihatkan besarnya perhatian China terhadap teknologi robot humanoid.

Moreover, semakin banyak perusahaan mengembangkan mesin yang mampu berjalan, berlari, membawa barang, dan melakukan tugas fisik.

Namun, demonstrasi olahraga memperlihatkan bahwa teknologinya belum sempurna.

Robot masih dapat kehilangan keseimbangan.

Mesin juga dapat gagal melakukan gerakan sederhana yang dilakukan manusia secara otomatis.

Nevertheless, kemajuan dari satu generasi ke generasi berikutnya berlangsung cepat.

Media Sosial Malah Menyukai Robot yang Gagal

Menariknya, bukan hanya robot terbaik yang menjadi bintang internet.

Robot yang jatuh juga mendapatkan jutaan penonton.

Satu video mengenai robot yang berlatih sprint tetapi kesulitan berhenti tercatat sekitar 2,9 juta tayangan. Cuplikan pertarungan robot lainnya mencapai sekitar 3 juta tayangan.

As a result, kompetisi teknologi berubah menjadi hiburan global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %