StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Gurun Bisa Berubah Jadi Hamparan Bunga, Fenomena Langka Ini Membuat Tanah Gersang Mendadak Berwarna

0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Gurun berbunga menjadi salah satu fenomena alam yang paling mencolok karena wilayah yang biasanya terlihat kering dapat berubah menjadi hamparan tanaman dan bunga setelah kondisi cuaca tertentu terjadi.

Fenomena semacam ini dikenal terjadi di beberapa kawasan gurun dunia. Salah satu contoh terkenalnya berada di Gurun Atacama, Chile. Wilayah yang dikenal sangat kering tersebut pada kondisi tertentu dapat dipenuhi bunga berwarna ungu, putih, kuning hingga merah muda.

Perubahan drastis tersebut bukan berarti tumbuhan muncul secara tiba-tiba tanpa proses. Rahasianya justru telah tersimpan di bawah permukaan tanah.

Benih Bisa Menunggu Bertahun-Tahun

Berbagai tumbuhan gurun mempunyai kemampuan bertahan menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem.

Benih dapat berada dalam keadaan dorman ketika air tidak mencukupi untuk pertumbuhan. Dalam kondisi tersebut, benih seolah menunggu sampai lingkungan menjadi lebih mendukung untuk berkecambah.

Ketika curah hujan yang cukup membasahi tanah, sebagian benih dapat mulai tumbuh.

Hasilnya terlihat dramatis. Area yang sebelumnya didominasi tanah dan pasir dapat berubah menjadi lanskap penuh vegetasi dalam periode tertentu.

Mengapa Gurun Tidak Selalu Berbunga?

Hujan saja tidak selalu menjamin terjadinya fenomena berbunga dalam skala besar.

Jumlah air, waktu turunnya hujan, suhu serta kondisi tanah dapat memengaruhi kemampuan tanaman untuk berkecambah dan menghasilkan bunga.

Karena kombinasi kondisi tersebut tidak selalu terjadi setiap tahun, kemunculan hamparan bunga dalam jumlah besar menjadi peristiwa yang menarik perhatian.

Fenomena ini juga menunjukkan kemampuan tumbuhan beradaptasi terhadap lingkungan dengan ketersediaan air yang sangat terbatas.

Tanah Gersang Ternyata Menyimpan Kehidupan

Saat melihat gurun kering, mudah menganggap wilayah tersebut hampir tidak mempunyai kehidupan. Padahal, ekosistem gurun memiliki berbagai organisme yang telah beradaptasi untuk bertahan dalam kondisi ekstrem.

Benih yang tersimpan di tanah menjadi salah satu contohnya.

Begitu kondisi yang tepat datang, lanskap dapat berubah dan kehidupan yang sebelumnya hampir tidak terlihat mulai muncul ke permukaan.

Hamparan bunga tersebut biasanya tidak bertahan selamanya. Ketika kondisi kembali kering, siklus tanaman berubah dan gurun perlahan kembali pada penampilannya yang lebih gersang.

Fenomena gurun berbunga akhirnya menjadi contoh menarik bahwa sebuah wilayah yang tampak tandus dapat menyimpan kehidupan selama bertahun-tahun, menunggu kesempatan yang tepat untuk kembali muncul.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %