fosil hiu di Gurun Mesir menjadi penemuan paleontologi menarik setelah para ilmuwan mengidentifikasi kumpulan gigi hiu purba di Abu-Tartur Plateau, Western Desert. Selain itu, fosil tersebut mewakili sedikitnya tujuh jenis hiu yang hidup ketika kawasan tersebut masih menjadi bagian dari ekosistem laut pada periode Kapur.
Pemandangan hari ini sangat berbeda. Gurun panas membentang di lokasi tersebut. However, jutaan tahun lalu, lingkungan di sana dipenuhi kehidupan laut.
Fosil Hiu di Gurun Mesir Bikin Ilmuwan Tertarik
Peneliti mempelajari lapisan batuan Duwi Formation yang kaya fosfat.
Di dalam batuan tersebut tersimpan banyak gigi hiu.
Mengapa gigi?
Karena hiu memiliki kerangka yang sebagian besar tersusun dari tulang rawan. Bagian tersebut jauh lebih sulit menjadi fosil dibanding gigi.
Therefore, gigi sering menjadi bukti utama keberadaan hiu purba.
Alurnya:
π¦ HIU HIDUP
β
π¦· GIGI LEPAS
β
π TENGGELAM DI DASAR LAUT
β
πͺ¨ TERTIMBUN SEDIMEN
β
β³ PULUHAN JUTA TAHUN
β
ποΈ LAUT BERUBAH MENJADI DARATAN
β
βοΈ FOSIL DITEMUKAN
Sedikitnya Tujuh Jenis Hiu
Tim mengidentifikasi fosil yang berasal dari sedikitnya tujuh jenis hiu berbeda.
Beberapa di antaranya berasal dari kelompok:
Cretalamna
Scapanorhynchus
Serratolamna
Squalicorax
Moreover, bentuk giginya berbeda-beda.
Ada yang panjang dan menyerupai jarum.
Ada pula yang lebar dengan tepi bergerigi.
Perbedaan tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai cara makan setiap predator.
Ada βGoblin Sharkβ Purba
Salah satu temuan menarik berasal dari Scapanorhynchus.
Kelompok ini merupakan kerabat purba dari goblin shark modern.
Hiu goblin yang masih hidup saat ini terkenal karena mempunyai moncong panjang dan rahang yang dapat menonjol ke depan.
Interestingly, fosil Scapanorhynchus cf. raphiodon dari penelitian tersebut dilaporkan sebagai catatan pertama bentuk itu di Afrika.
Artinya, persebaran predator tersebut ternyata lebih luas daripada yang sebelumnya diketahui.
Gurun Ini Dahulu Berada di Bawah Laut
Bagian paling mencolok bukan hanya hiunya.
Lokasinya sekarang adalah gurun.
Namun, pada periode Kapur, sekitar 145 hingga 66 juta tahun lalu, permukaan laut global jauh berbeda.
Sebagian kawasan Afrika Utara tertutup laut dangkal.
Jadi bayangkan lokasi yang sama:
SEKARANG
βοΈ + ποΈ + PASIR + BATU
PULUHAN JUTA TAHUN LALU
π + π¦ + π + π + EKOSISTEM LAUT
Consequently, fosil tersebut seperti foto biologis dari dunia yang sudah menghilang.
Mengapa Bisa Berubah Jadi Gurun?
Bumi bukan planet dengan permukaan yang tetap.
Lempeng tektonik bergerak.
Permukaan laut naik dan turun.
Iklim berubah.
Sedimen menumpuk.
As a result, dasar laut dapat menjadi daratan jutaan tahun kemudian.
Lapisan batuan kemudian tetap menyimpan fosil organisme yang pernah hidup di sana.
LAUT β SEDIMEN β BATUAN β DARATAN β GURUN
Gigi Hiu Bisa Bertahan Jutaan Tahun
Hiu terus mengganti giginya sepanjang hidup.
Satu individu dapat kehilangan sangat banyak gigi.
Therefore, gigi hiu relatif sering ditemukan dalam catatan fosil dibanding kerangka lengkap.
Lapisan keras pada gigi juga membantu proses pengawetan.
Bagi paleontolog:
1 GIGI = 1 POTONG INFORMASI
Dari bentuknya, peneliti dapat mempelajari kelompok hiu, pola makan, ukuran relatif, serta hubungan evolusionernya.
Bentuk Gigi Menunjukkan Menu Berbeda
Gigi panjang dan ramping cocok untuk menangkap mangsa licin seperti ikan.
Sebaliknya, gigi lebar atau bergerigi dapat membantu memotong jaringan mangsa yang lebih besar.
For example, anggota Squalicorax dikenal memiliki gigi dengan bentuk pemotong yang khas.
Dengan demikian, tujuh jenis hiu dalam satu lingkungan menunjukkan ekosistem yang memiliki beberapa jenis predator.
Bukan Laut Kosong
Jika banyak predator besar dapat bertahan, harus tersedia rantai makanan.
Ada organisme kecil.
Ada ikan.
Kemudian ada predator menengah.
Setelah itu, hiu berada pada tingkat lebih tinggi.
Konsepnya:
π¦ ORGANISME KECIL
β
π + π MANGSA
β
π PREDATOR
β
π¦ HIU
Therefore, kumpulan fosil membantu ilmuwan merekonstruksi sebuah komunitas laut, bukan sekadar daftar spesies.
Fosfat Membantu Menyimpan Sejarah
Duwi Formation dikenal dengan endapan fosfatnya.
Lingkungan pengendapan seperti ini dapat menghasilkan konsentrasi fosil vertebrata laut.
Meanwhile, kondisi geologi tertentu membantu material keras seperti gigi bertahan hingga jutaan tahun kemudian.
Hasil akhirnya seperti sebuah gudang fosil alami.
Lapisan demi lapisan batuan menyimpan potongan kehidupan purba.
Afrika Utara Pernah Menjadi Dunia Hiu
Mesir bukan satu-satunya wilayah Afrika Utara yang menghasilkan fosil laut.
Maroko juga terkenal dengan endapan fosfat kaya fosil.
Temuan baru dari Mesir membantu memperluas gambaran mengenai persebaran fauna laut purba di kawasan tersebut.
Moreover, kemiripan beberapa kelompok dengan fosil dari kawasan lain membantu ilmuwan memahami hubungan antarekosistem laut kuno.
Tidak Ada Kerangka Hiu Raksasa Utuh
Istilah βkuburan hiuβ memang menarik perhatian.
Namun, jangan membayangkan puluhan kerangka hiu utuh berjajar di bawah pasir.
Temuannya terutama berupa fosil gigi.
Jadi:
β BUKAN β KERANGKA HIU UTUH
β MELAINKAN β KONSENTRASI FOSIL GIGI BERBAGAI HIU
Ini tetap penting karena gigi merupakan salah satu sumber utama penelitian evolusi hiu.
Gurun Bisa Menjadi Dasar Laut yang Membeku dalam Waktu
Sulit membayangkan hiu berenang di lokasi yang kini dipenuhi pasir.
Namun, geologi bekerja dalam skala waktu yang luar biasa panjang.
Apa yang terlihat permanen bagi manusia sebenarnya hanya satu fase kecil.
Finally, fosil hiu di Gurun Mesir menjadi pengingat dramatis bahwa peta Bumi pada masa lalu sangat berbeda dengan sekarang.
π LAUT PURBA
β
π¦ 7+ JENIS HIU
β
π¦· GIGI TERTIMBUN
β
β³ PULUHAN JUTA TAHUN
β
ποΈ GURUN MESIR
Kini, setiap gigi yang keluar dari batuan membantu ilmuwan membangun kembali lautan yang telah hilang selama puluhan juta tahun.














































































