Pernah merasa ponsel bergetar di dalam saku, tetapi ketika diperiksa ternyata tidak ada pesan atau notifikasi apa pun? Pengalaman unik ini dikenal sebagai phantom vibration syndrome atau sensasi getaran ponsel yang sebenarnya tidak terjadi.
Fenomena tersebut menarik karena sensasinya dapat terasa sangat nyata. Seseorang bahkan bisa secara refleks mengambil ponsel karena yakin baru saja menerima pesan.
Meski namanya terdengar menyeramkan, istilah phantom vibration digunakan untuk menggambarkan persepsi keliru terhadap sensasi yang dianggap sebagai getaran perangkat.
Otak Terbiasa Menunggu Notifikasi
Ponsel telah menjadi benda yang sangat dekat dengan aktivitas manusia. Pesan, panggilan, aplikasi pekerjaan hingga media sosial membuat sebagian orang menerima notifikasi berkali-kali sepanjang hari.
Ketika tubuh dan otak terbiasa menghubungkan sensasi tertentu dengan getaran ponsel, rangsangan kecil dapat keliru ditafsirkan sebagai notifikasi.
Gesekan pakaian, kontraksi otot atau gerakan benda di sekitar area tempat ponsel disimpan dapat terasa menyerupai getaran perangkat.
Akibatnya, tangan secara spontan bergerak memeriksa layar meskipun sebenarnya tidak terjadi apa-apa.
Bukan Ponselnya yang Diam-Diam Bergetar
Fenomena ini tidak berarti perangkat mengeluarkan getaran misterius.
Penjelasannya lebih berkaitan dengan bagaimana otak memproses rangsangan sensorik dan ekspektasi. Ketika seseorang sering menunggu pesan atau terbiasa merespons notifikasi, otak menjadi sangat peka terhadap sensasi yang mirip dengan getaran.
Situasi tersebut mirip ketika seseorang merasa mendengar namanya dipanggil di tengah keramaian, padahal suara yang terdengar sebenarnya berbeda.
Otak berusaha mengenali pola dari informasi yang diterimanya dan terkadang menghasilkan interpretasi yang keliru.
Teknologi Bisa Memengaruhi Kebiasaan Tubuh
Phantom vibration menjadi contoh menarik mengenai seberapa dekat teknologi telah terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.
Ponsel yang awalnya hanya alat komunikasi kini terus berada di tangan, meja, tas atau saku selama berjam-jam. Tubuh akhirnya dapat menjadi terbiasa dengan berbagai suara dan getaran yang dihasilkan perangkat tersebut.
Mengurangi notifikasi yang tidak diperlukan, mengubah pola getaran atau sesekali menyimpan ponsel jauh dari tubuh dapat membantu mengurangi kebiasaan untuk terus memeriksa perangkat.
Jadi, ketika lain kali merasa ponsel bergetar tetapi layar ternyata kosong, mungkin bukan perangkat yang bermasalah. Otak hanya terlalu terbiasa menunggu datangnya notifikasi.



















































































