Penyu laut memiliki kemampuan navigasi yang luar biasa. Setelah berenang melintasi laut selama bertahun-tahun dan menempuh perjalanan sangat jauh, penyu betina dapat kembali menuju kawasan tempat mereka dahulu menetas untuk berkembang biak.
Kemampuan tersebut dikenal sebagai natal homing.
Lebih menarik lagi, penelitian menunjukkan bahwa penyu dapat memanfaatkan medan magnet Bumi sebagai salah satu petunjuk navigasi. Sistem ini membuat perjalanan mereka terlihat seperti menggunakan sebuah “GPS biologis”.
Pantai Memiliki Semacam “Alamat Magnetik”
Medan magnet Bumi tidak sama persis di setiap tempat.
Karakteristik seperti intensitas dan kemiringan medan magnet berubah berdasarkan lokasi. Perbedaan tersebut dapat memberikan informasi geografis yang bisa digunakan hewan tertentu untuk menentukan posisi.
Penyu diketahui memiliki kemampuan magnetoreception, yaitu kemampuan merasakan informasi dari medan magnet.
Ketika masih muda, mereka diduga dapat mempelajari karakteristik magnetik kawasan asalnya. Informasi tersebut kemudian membantu navigasi ketika hewan itu kembali ke wilayah reproduksi pada masa dewasa.
Bisa Menempuh Perjalanan Sangat Jauh
Perjalanan hidup penyu laut tidak hanya berlangsung di sekitar satu pantai.
Beberapa spesies melakukan migrasi sejauh ribuan kilometer antara wilayah mencari makan dan tempat berkembang biak.
Mereka dapat melewati lautan terbuka tanpa keberadaan rambu, jalan ataupun alat navigasi buatan manusia.
Meski demikian, penyu mampu mempertahankan arah perjalanan dengan memanfaatkan berbagai petunjuk lingkungan.
Medan magnet Bumi menjadi salah satu komponen penting dari kemampuan tersebut.
Bukan Berarti Selalu Mendarat di Titik yang Persis Sama
Istilah “kembali ke pantai tempat lahir” terkadang membuat orang membayangkan seekor penyu dapat menemukan kembali titik pasir yang sama persis.
Kenyataannya lebih kompleks.
Penyu umumnya menunjukkan kecenderungan kembali ke wilayah atau kawasan kelahiran, bukan berarti setiap individu selalu menemukan koordinat beberapa meter yang benar-benar identik.
Arus laut, perubahan garis pantai, kondisi cuaca dan karakteristik lingkungan juga dapat memengaruhi perjalanan mereka.
Eksperimen Menunjukkan Penyu Merespons Medan Magnet
Kemampuan navigasi magnetik penyu telah menjadi objek penelitian selama bertahun-tahun.
Dalam eksperimen terkontrol, peneliti dapat mengubah medan magnet di sekitar penyu menggunakan perangkat khusus.
Penyu kemudian menunjukkan perubahan arah atau respons terhadap kondisi magnetik yang dibuat menyerupai lokasi geografis berbeda.
Temuan tersebut memberikan bukti bahwa medan magnet bukan sekadar kebetulan, melainkan informasi yang benar-benar dapat digunakan oleh hewan ini.
“GPS” yang Tidak Membutuhkan Satelit
Manusia membutuhkan satelit, peta digital dan perangkat elektronik untuk menggunakan GPS.
Penyu tidak memiliki semua itu.
Tubuh mereka berkembang dengan kemampuan membaca petunjuk alam yang telah tersedia di planet ini selama jutaan tahun.
Mekanisme biologis tepat yang membuat hewan dapat mendeteksi medan magnet masih terus dipelajari. Namun bukti bahwa penyu menggunakan informasi magnetik untuk navigasi sudah cukup kuat.
Kemampuan tersebut membuat perjalanan penyu menjadi salah satu fenomena migrasi paling menarik di alam.
Setelah bertahun-tahun berenang di lautan luas, petunjuk tak terlihat dari medan magnet Bumi dapat membantu membawa mereka kembali menuju kawasan tempat perjalanan hidup mereka dahulu dimulai.





















































































