Sambaran petir tidak hanya menghasilkan kilatan cahaya dan suara menggelegar. Ketika petir menghantam tanah berpasir, energi yang sangat besar dapat menciptakan struktur menyerupai kaca alami berbentuk tabung dan bercabang.
Struktur tersebut dikenal sebagai fulgurite.
Fulgurite terbentuk ketika panas ekstrem dari sambaran petir membuat material seperti pasir yang kaya silika mengalami pelelehan dalam waktu sangat singkat. Setelah material tersebut mendingin, sebagian pasir berubah menjadi struktur keras menyerupai kaca.
Hasilnya terlihat seperti akar pohon yang membeku di dalam tanah.
Suhu Petir Bisa Sangat Ekstrem
Saluran petir dapat mencapai suhu sekitar 30.000 Kelvin, jauh lebih panas dibandingkan permukaan Matahari.
Namun suhu ekstrem tersebut hanya berlangsung sangat singkat.
Ketika petir menyambar permukaan berpasir, energi bergerak melalui tanah dan memanaskan material di sepanjang jalurnya.
Butiran mineral dapat meleleh lalu menyatu.
Setelah suhu turun dengan cepat, material yang telah mencair membeku kembali menjadi struktur kaca yang merekam sebagian jalur listrik di dalam tanah.
Bentuknya Seperti Akar Misterius
Fulgurite tidak selalu berbentuk lurus.
Beberapa spesimen mempunyai banyak cabang kecil yang mengikuti bagaimana energi sambaran menyebar melalui material di bawah permukaan.
Bagian luarnya biasanya kasar karena masih tertutup butiran pasir yang menempel. Sebaliknya, bagian dalam dapat memiliki permukaan yang lebih halus dan menyerupai kaca.
Ukuran fulgurite juga sangat bervariasi.
Ada yang hanya berupa fragmen kecil, sementara struktur tertentu dapat membentuk jaringan yang memanjang cukup jauh di dalam tanah.
Bukan Fosil dan Bukan Akar Pohon
Bentuk fulgurite yang bercabang terkadang membuatnya terlihat seperti akar tanaman, fosil atau benda buatan manusia.
Padahal struktur tersebut merupakan hasil proses fisika yang berlangsung dalam waktu sangat singkat.
Nama fulgurite berasal dari kata Latin fulgur yang berarti petir.
Material ini dapat ditemukan di kawasan berpasir yang pernah mengalami sambaran petir, termasuk gurun dan pantai.
Namun menemukan satu fulgurite utuh tidak selalu mudah karena strukturnya dapat rapuh dan pecah ketika dikeluarkan dari tanah.
Seperti “Fosil” dari Sambaran Petir
Fulgurite menarik bagi ilmuwan karena dapat menyimpan informasi mengenai interaksi petir dengan permukaan Bumi.
Komposisi kimia dan struktur materialnya dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi ekstrem yang terjadi ketika sambaran berlangsung.
Karena itu, fulgurite kadang secara informal digambarkan seperti rekaman fisik sebuah sambaran petir.
Petir yang hanya terlihat selama sepersekian detik ternyata dapat meninggalkan jejak yang bertahan jauh lebih lama.
Dari pasir biasa menjadi jaringan kaca bercabang di bawah tanah, fulgurite menunjukkan bahwa satu sambaran petir mampu menciptakan struktur alam yang terlihat seperti berasal dari dunia lain.























































































