Perilaku misterius simpanse di Afrika Barat kembali menarik perhatian ilmuwan. Sejumlah simpanse diketahui mengambil batu lalu melemparkannya dengan keras ke pohon-pohon tertentu, bahkan menggunakan lokasi yang sama secara berulang selama bertahun-tahun.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan kejadian sesaat. Beberapa pohon memiliki tumpukan batu yang terbentuk karena terus digunakan oleh simpanse selama lebih dari satu dekade.
Pemandangannya cukup tidak biasa.
Seekor simpanse dapat mengambil batu dari tanah, berjalan menuju pohon tertentu kemudian melemparkan atau menghantamkannya ke batang sebelum pergi.
Tidak Semua Pohon Menjadi Sasaran
Hal yang membuat perilaku ini semakin menarik adalah simpanse tampaknya tidak memilih pohon secara sembarangan.
Hanya pohon tertentu yang digunakan berulang kali.
Akibat aktivitas tersebut, batu dapat terkumpul di sekitar batang atau masuk ke rongga pohon. Setelah berlangsung bertahun-tahun, lokasi itu dapat memiliki kumpulan batu yang terlihat jelas.
Para peneliti menggunakan kamera otomatis untuk memantau perilaku simpanse dan memahami seberapa lama tempat-tempat tersebut digunakan.
Hasilnya menunjukkan beberapa lokasi telah menjadi tempat pelemparan batu selama lebih dari sepuluh tahun.
Mengapa Simpanse Melakukannya?
Jawabannya belum sepenuhnya diketahui.
Salah satu kemungkinan adalah aktivitas tersebut berkaitan dengan komunikasi.
Ketika batu menghantam batang pohon, benturannya dapat menghasilkan suara keras yang terdengar dari jarak tertentu.
Suara itu mungkin mempunyai fungsi dalam komunikasi antarindividu atau menjadi bagian dari perilaku display.
Namun para ilmuwan masih berhati-hati dalam memberikan kesimpulan karena fungsi sebenarnya belum dapat dipastikan.
Mirip Tradisi yang Diteruskan?
Penggunaan tempat yang sama dalam waktu lama menimbulkan pertanyaan lain.
Apakah simpanse belajar melakukan aktivitas tersebut dengan mengamati anggota kelompok lainnya?
Simpanse telah lama diketahui memiliki berbagai perilaku yang dipelajari secara sosial. Populasi berbeda bahkan dapat mempunyai kebiasaan menggunakan alat yang berbeda.
Ada kelompok yang menggunakan ranting untuk mengambil serangga, sementara kelompok lainnya menggunakan batu untuk memecahkan makanan.
Karena itu, aktivitas melempar batu ke pohon tertentu menjadi menarik untuk dipelajari dari perspektif budaya pada hewan.
Tumpukan Batu Bisa Bertahan Lama
Salah satu aspek paling unik adalah jejak fisik yang ditinggalkan.
Berbeda dengan suara atau gerakan yang langsung menghilang, batu yang dilemparkan simpanse dapat tetap berada di lokasi.
Setelah dilakukan berulang kali, tumpukan tersebut menjadi semacam rekaman aktivitas kelompok.
Hal ini memungkinkan ilmuwan mempelajari bagaimana sebuah tempat digunakan oleh simpanse dalam jangka panjang.
Misterinya Belum Terpecahkan
Penelitian belum menunjukkan bahwa simpanse melakukan ritual dalam pengertian manusia.
Namun konsistensi mereka memilih pohon tertentu dan kembali melakukan aktivitas serupa selama bertahun-tahun menunjukkan perilaku tersebut bukan sekadar tindakan acak.
Kini ilmuwan ingin memahami apakah suara pohon, karakteristik lingkungan, komunikasi sosial atau tradisi kelompok menjadi alasan di balik kebiasaan tersebut.
Setelah lebih dari sepuluh tahun batu terus menghantam pohon yang sama, pertanyaan sederhananya justru masih menjadi misteri: apa sebenarnya yang ingin dilakukan para simpanse ini?























































































