StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Sapi Ini Ternyata Bisa Pakai Alat, Cara Veronika Menggaruk Tubuhnya Bikin Ilmuwan Tercengang

0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Seekor sapi di Austria membuat ilmuwan mempertanyakan kembali anggapan mengenai kecerdasan hewan ternak.

Namanya Veronika.

Sekilas, Veronika terlihat seperti sapi biasa. Namun ia mempunyai kebiasaan yang sangat tidak biasa: mengambil benda menggunakan mulut dan memakainya sebagai alat untuk menggaruk bagian tubuh yang sulit dijangkau.

Perilaku tersebut bukan sekadar kebetulan.

Dalam pengamatan terkontrol, Veronika menunjukkan bahwa ia dapat menyesuaikan cara menggunakan sebuah sikat berdasarkan bagian tubuh yang ingin digaruk.

Berawal dari Video Sapi Memegang Batang Kayu

Veronika merupakan sapi Swiss Brown yang hidup di Nötsch im Gailtal, Austria.

Pemiliknya telah melihat perilaku aneh tersebut selama bertahun-tahun.

Veronika diketahui mengambil batang atau ranting menggunakan mulutnya kemudian memanfaatkannya untuk menggaruk tubuh.

Ketika peneliti perilaku hewan dari University of Veterinary Medicine Vienna melihat rekamannya, mereka menyadari perilaku tersebut layak diteliti lebih serius.

Pertanyaan utamanya sederhana:

Apakah Veronika hanya bermain dengan benda?

Atau apakah ia benar-benar memahami bahwa benda tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan tertentu?

Ilmuwan Memberinya Sebuah Sikat

Untuk mengetahuinya, peneliti melakukan eksperimen menggunakan deck brush atau sikat bertangkai.

Sikat ditempatkan dalam berbagai posisi di depan Veronika.

Sapi tersebut kemudian menggunakan mulut dan lidahnya untuk mengambil serta mengatur posisi sikat.

Ia tidak sekadar menggigit benda tersebut.

Veronika memanipulasinya sehingga bagian tertentu dari sikat dapat mencapai area tubuh yang ingin digaruk.

Bagi peneliti, hal ini memenuhi unsur penting dalam penggunaan alat: hewan menggunakan objek eksternal secara sengaja untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Lebih Mengejutkan, Dia Memilih Ujung yang Tepat

Eksperimen kemudian menghasilkan pengamatan yang jauh lebih menarik.

Sikat memiliki dua bagian utama.

Satu ujung mempunyai bulu sikat yang kasar, sedangkan ujung lainnya merupakan gagang yang relatif tumpul.

Veronika ternyata tidak menggunakan keduanya secara acak.

Ketika ingin menggaruk bagian atas tubuh yang kulitnya lebih tebal, ia cenderung menggunakan bagian berbulu.

Namun ketika menggaruk area tubuh yang lebih sensitif, termasuk sekitar bagian bawah tubuhnya, ia menggunakan bagian gagang yang lebih lembut.

Dengan kata lain, sapi tersebut tampaknya memilih bagian alat berdasarkan pekerjaan yang harus dilakukan.

Cara Menggerakkannya Juga Berbeda

Bukan hanya ujung alat yang berubah.

Gerakan Veronika juga disesuaikan.

Pada bagian tubuh tertentu, ia menggunakan gerakan seperti menggosok.

Untuk area yang membutuhkan ketepatan lebih tinggi, gerakannya menjadi lebih terkontrol.

Kemampuan tersebut menunjukkan fleksibilitas perilaku yang menarik karena sapi tidak memiliki tangan ataupun ibu jari seperti primata.

Veronika harus mengendalikan alat menggunakan mulut dan lidahnya.

Kenapa Penemuan Ini Mengejutkan?

Manusia telah hidup bersama sapi selama ribuan tahun.

Saat ini terdapat sekitar 1,5 miliar sapi di seluruh dunia.

Meski demikian, penggunaan alat dengan pola seperti yang dilakukan Veronika ternyata belum terdokumentasi secara ilmiah pada sapi sebelumnya.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan besar.

Berapa banyak kemampuan hewan ternak yang sebenarnya belum kita sadari karena manusia jarang mengamati mereka dari perspektif kognitif?

Selama ini penggunaan alat lebih terkenal pada simpanse, burung gagak, beberapa burung beo hingga sejumlah mamalia laut.

Kini sapi ikut memberikan contoh menarik.

Tidak Membuat Alat, tetapi Tahu Cara Memakainya

Veronika memang tidak membuat sikat atau ranting tersebut sendiri.

Namun membuat alat bukan persyaratan mutlak agar suatu perilaku dikategorikan sebagai penggunaan alat.

Hal pentingnya adalah hewan secara sengaja memanipulasi benda dari lingkungannya untuk mencapai tujuan tertentu.

Veronika mempunyai masalah: ada bagian tubuh yang sulit digaruk.

Ia mempunyai benda.

Kemudian ia menggunakan benda tersebut untuk menyelesaikan masalah itu.

Lebih menarik lagi, ia mampu menyesuaikan bagian benda dan gerakannya.

Mungkin Veronika Bukan Satu-Satunya

Peneliti tidak serta-merta menganggap Veronika sebagai satu-satunya sapi di dunia yang mampu melakukan hal tersebut.

Ada kemungkinan sapi lain mempunyai kemampuan serupa tetapi belum pernah diperhatikan secara sistematis.

Lingkungan hidup juga dapat memainkan peranan.

Hewan yang mempunyai kesempatan berinteraksi dengan berbagai objek mungkin mempunyai lebih banyak peluang untuk menemukan kegunaan baru dari benda di sekitarnya.

Karena itu, penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih luas mengenai kemampuan memecahkan masalah pada sapi dan hewan ternak lainnya.

Semua Berawal dari Rasa Gatal

Tidak ada mesin canggih yang dibuat Veronika.

Tidak ada teka-teki laboratorium rumit.

Semuanya bermula dari sesuatu yang sangat sederhana:

tubuhnya gatal di tempat yang sulit dijangkau.

Veronika menemukan sebuah benda, memahami kegunaannya dan belajar mengontrol benda tersebut menggunakan mulut.

Perilaku sederhana itu akhirnya memberikan petunjuk bahwa kemampuan kognitif sapi mungkin lebih fleksibel daripada yang selama ini diasumsikan.

Veronika tidak tiba-tiba menjadi pintar ketika ilmuwan mulai menelitinya.

Kemampuannya mungkin sudah ada sejak lama—manusia saja yang baru mulai memperhatikannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %