StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Batu di Death Valley Bisa “Berjalan” Sendiri, Misteri Jejak Panjang di Gurun Akhirnya Terpecahkan

0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Selama puluhan tahun, sebuah fenomena di Death Valley, California, Amerika Serikat, membuat pengunjung dan ilmuwan penasaran.

Di permukaan danau kering bernama Racetrack Playa, batu-batu berukuran cukup besar ditemukan berpindah dari tempatnya.

Hal paling aneh terlihat tepat di belakang batu tersebut.

Terdapat jejak panjang di permukaan tanah, seolah-olah seseorang telah menyeret batu melintasi gurun. Beberapa lintasannya bahkan dapat membentang hingga ratusan meter.

Namun tidak ditemukan orang yang memindahkannya.

Fenomena tersebut dikenal sebagai sailing stones atau batu berjalan.

Batu Bisa Berpindah Tanpa Disentuh Manusia

Racetrack Playa merupakan dasar danau kering yang sangat datar.

Batu-batu jatuh dari pegunungan di sekitarnya kemudian berada di atas permukaan playa.

Selama bertahun-tahun, peneliti mengetahui bahwa batu tersebut dapat berpindah. Masalahnya, hampir tidak ada yang pernah menyaksikan pergerakannya secara langsung.

Batu terkadang ditemukan di posisi baru dengan jalur panjang di belakangnya.

Berbagai teori pun bermunculan.

Ada yang menduga angin ekstrem, lapisan es tebal, bahkan muncul berbagai cerita mengenai kekuatan misterius.

Ilmuwan Akhirnya Melihat Batu Itu Bergerak

Terobosan besar terjadi ketika peneliti memasang batu yang dilengkapi GPS serta stasiun cuaca di Racetrack Playa.

Pada musim dingin 2013, kondisi yang sangat langka akhirnya terjadi.

Hujan membuat sebagian permukaan playa tergenang air.

Pada malam yang dingin, air tersebut membeku dan membentuk lapisan es tipis.

Ketika Matahari muncul, es mulai mencair dan pecah menjadi lembaran besar.

Kemudian datang angin.

Saat itulah batu mulai bergerak.

Bukan Angin Kencang yang Dibutuhkan

Yang mengejutkan, proses tersebut tidak membutuhkan badai dahsyat.

Lembaran es tipis yang mengambang dapat terdorong oleh angin ringan.

Es kemudian memberikan tekanan pada batu.

Karena permukaan tanah di bawahnya basah dan licin, batu dapat bergeser perlahan.

Kecepatannya bahkan hanya beberapa meter per menit.

Pergerakan tersebut cukup lambat sehingga seseorang yang berdiri jauh mungkin tidak langsung menyadari bahwa batu sedang berpindah.

Es Tipis Menjadi “Mesin” Pendorong

Agar fenomena sailing stones terjadi, beberapa kondisi harus muncul secara bersamaan.

Pertama, playa membutuhkan air yang cukup untuk membentuk genangan dangkal.

Kedua, suhu malam harus cukup rendah untuk membekukan air.

Ketiga, lapisan es harus cukup tipis sehingga dapat pecah ketika terkena sinar Matahari.

Terakhir, angin harus mendorong lembaran es tersebut melintasi permukaan.

Ketika semuanya terjadi pada waktu yang tepat, es mendorong batu sementara lumpur lunak di bawahnya merekam perjalanan tersebut sebagai garis panjang.

Ada Batu yang Bergerak Bersamaan

Pengamatan menunjukkan beberapa batu dapat bergerak dalam periode yang sama.

Namun arah dan panjang jalurnya tidak selalu identik.

Perubahan posisi lembaran es, bentuk batu dan kondisi permukaan dapat menghasilkan lintasan berbeda.

Karena proses tersebut sangat bergantung pada kombinasi cuaca tertentu, pergerakan tidak terjadi setiap hari.

Inilah salah satu alasan mengapa misterinya bertahan begitu lama.

Misteri Gurun yang Bertahan Puluhan Tahun

Fenomena Racetrack Playa menjadi contoh menarik tentang bagaimana kejadian alam yang sebenarnya sederhana dapat terlihat sangat misterius ketika prosesnya jarang disaksikan.

Tidak ada magnet raksasa di bawah gurun.

Tidak ada seseorang yang diam-diam menyeret batu.

Dan tentu saja, batu tersebut tidak benar-benar mempunyai kemampuan berjalan.

Rahasia utamanya adalah kombinasi air, suhu dingin, lapisan es tipis, angin dan permukaan lumpur yang licin.

Ketika semua kondisi itu bertemu, batu yang terlihat diam dapat perlahan meluncur melintasi gurun.

Kemudian air mengering dan es menghilang.

Yang tertinggal hanyalah sebuah batu di lokasi baru dan jejak panjang misterius di belakangnya—seolah-olah batu tersebut baru saja berjalan sendirian.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %