Serangga modern memiliki salah satu ciri tubuh yang sangat mudah dikenali: enam kaki.
Namun sebuah fosil berumur sekitar 324 juta tahun menunjukkan bahwa nenek moyang jauh kelompok serangga pernah mempunyai bentuk tubuh yang jauh lebih aneh.
Spesies tersebut diberi nama Chosha praecursor.
Fosil yang berasal dari Texas bagian barat, Amerika Serikat, memiliki tiga pasang kaki utama seperti serangga modern. Tetapi pada bagian perutnya terdapat sembilan pasang anggota gerak tambahan.
Jika semuanya dihitung, hewan purba tersebut mempunyai total 24 struktur menyerupai kaki.
Selama Puluhan Tahun Dikira Krustasea
Cerita penemuannya tidak kalah menarik.
Fosil tersebut ditemukan pada 1985 di Texas dan awalnya dianggap sebagai individu muda dari krustasea purba bernama Tesnusocaris goldichi.
Kesalahan tersebut cukup masuk akal.
Fosilnya terlihat seperti noda gelap pada batu, sementara struktur tambahan di tubuhnya membuat hewan tersebut lebih menyerupai kerabat udang atau krustasea daripada serangga yang kita kenal sekarang.
Selama puluhan tahun identitas tersebut tidak banyak dipertanyakan.
Cahaya Khusus Membuka Rahasianya
Peneliti kemudian memeriksa kembali spesimen menggunakan cross-polarized light imaging.
Teknik tersebut membantu mengurangi pantulan dan membuat detail anatomi yang sebelumnya sulit terlihat menjadi lebih jelas.
Hasilnya mengejutkan.
Hewan tersebut memiliki tiga bagian toraks dan tiga pasang kaki utama—ciri penting serangga.
Peneliti juga menemukan struktur untuk meletakkan telur atau ovipositor, menunjukkan bahwa spesimen tersebut merupakan individu betina dewasa, bukan hewan muda seperti yang sebelumnya diperkirakan.
Ada 18 Anggota Gerak Tambahan di Perut
Bagian tubuh paling aneh berada pada abdomen.
Selain enam kaki utama, sembilan segmen perut mempunyai sepasang appendage tambahan.
Totalnya mencapai 18 anggota gerak tambahan.
Beberapa bagian belakang berbentuk pipih menyerupai dayung, sehingga peneliti menduga struktur tersebut membantu hewan bergerak di lingkungan berair.
Tubuhnya sendiri hanya sekitar 3,2 sentimeter. Jika struktur ekornya dihitung, panjang keseluruhan mendekati lima sentimeter.
Jadi meskipun bentuknya terlihat seperti makhluk fiksi, ukuran sebenarnya cukup kecil.
Petunjuk Bagaimana Serangga Menaklukkan Daratan
Keunikan Chosha praecursor bukan sekadar jumlah anggota geraknya.
Fosil tersebut memberikan petunjuk mengenai salah satu perubahan evolusi terbesar dalam sejarah kehidupan: perpindahan nenek moyang serangga dari lingkungan air menuju daratan.
Anatominya merupakan campuran karakteristik yang cocok untuk dua lingkungan.
Enam kaki utamanya menunjukkan rancangan tubuh yang semakin menyerupai serangga darat, sedangkan appendage berbentuk dayung menunjukkan bahwa kehidupan di air masih mempunyai peran penting.
Peneliti menyimpulkan transisi serangga menuju daratan kemungkinan berlangsung secara bertahap melalui fase semiakuatik, bukan perpindahan mendadak dari air langsung menuju kehidupan sepenuhnya di darat.
Enam Kaki Akhirnya Menjadi Standar
Dalam perjalanan evolusi berikutnya, anggota gerak tambahan pada abdomen semakin berkurang.
Rancangan tubuh dengan tiga pasang kaki pada toraks kemudian menjadi karakteristik serangga yang bertahan hingga sekarang.
Kupu-kupu, semut, kumbang, lebah hingga capung modern semuanya mengikuti rancangan dasar tersebut.
Karena itu, fosil kecil yang selama puluhan tahun dianggap sebagai krustasea biasa ternyata menyimpan bagian penting dari sejarah evolusi.
Sekitar 324 juta tahun lalu, sebelum enam kaki menjadi ciri khas serangga modern, terdapat makhluk kecil dengan tubuh campuran antara kehidupan air dan daratan—lengkap dengan enam kaki utama dan 18 anggota gerak tambahan seperti dayung.


























































































