StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Ikan Vegan Dracula Ditemukan 1.400 Km dari Habitat yang Dikenal, Mulutnya Penuh Gigi tapi Tak Mengisap Darah

0 0
Read Time:6 Minute, 17 Second

Ikan vegan Dracula menjadi salah satu penghuni sungai Australia yang paling aneh. Mulutnya berbentuk lingkaran dan dipenuhi deretan gigi tajam sehingga terlihat seperti makhluk pengisap darah, tetapi Australian brook lamprey (Mordacia praecox) justru merupakan lamprey non-parasitik.

Lebih mengejutkan lagi, ilmuwan menemukannya di Queensland sekitar 1.400 kilometer di utara lokasi tempat spesies tersebut sebelumnya didokumentasikan. Temuan itu menantang dugaan lama bahwa ikan purba ini hanya mampu bertahan di perairan yang lebih dingin.

Ikan Vegan Dracula Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Cerita penemuannya bermula pada 2022 di K’gari, pulau pasir besar di lepas pantai Queensland, Australia. Saat itu, ahli ekologi perairan Griffith University Dr Luke Carpenter-Bundhoo sedang mempelajari dampak kebakaran Black Summer terhadap ekosistem.

Ketika melakukan electrofishing di salah satu aliran air tawar, ia menemukan hewan menyerupai belut dengan tujuh celah insang. Carpenter-Bundhoo langsung mengenalinya sebagai lamprey, tetapi lokasinya membuat penemuan tersebut membingungkan.

Tidak ada yang sebelumnya mengetahui populasi tersebut berada di K’gari.

Terpisah Sekitar 1.400 Kilometer

Lokasi itu sangat jauh dari wilayah sebaran Australian brook lamprey yang sebelumnya didokumentasikan.

Menurut Griffith University, K’gari berada sekitar 1.400 kilometer di utara populasi yang sebelumnya diketahui dari aliran air dekat perbatasan New South Wales dan Victoria.

Penemuan berikutnya membuat ceritanya semakin aneh. Lamprey juga ditemukan di beberapa lokasi Queensland lainnya, termasuk kawasan Sunshine Coast dan hingga sekitar Rockhampton.

Ini berarti populasi tersebut tidak sekadar satu ikan yang secara kebetulan muncul jauh dari habitatnya.

Dunia Mengenalnya sebagai “Vegan Dracula”

Lamprey mempunyai reputasi mengerikan.

Beberapa spesies menggunakan mulut berbentuk cakram dengan gigi tajam untuk menempel pada ikan lain dan mengambil darah atau jaringan tubuhnya. Dari sinilah lamprey mendapatkan citra seperti vampir.

Namun ikan vegan Dracula Australia berbeda.

Mordacia praecox merupakan lamprey non-parasitik. Walaupun bagian mulutnya tetap mempunyai deretan gigi melingkar yang terlihat menakutkan, ikan dewasa tidak menggunakannya untuk mengisap darah mangsa.

Kontras antara penampilan dan perilakunya itulah yang menghasilkan julukan “vegan Dracula”.

Masa Kecilnya Dihabiskan Tanpa Mata

Siklus hidupnya bahkan lebih aneh daripada mulutnya.

Selama sekitar tiga sampai empat tahun pertama, lamprey hidup sebagai larva di dasar sungai. Pada tahap ini mereka tidak memiliki penglihatan fungsional seperti ikan dewasa dan menghabiskan waktunya tersembunyi di substrat.

Mereka memperoleh makanan dengan menyaring material mikroskopis dari air.

Kemudian tubuhnya mengalami metamorfosis.

Struktur dewasa mulai berkembang dan penampilannya berubah menjadi bentuk lamprey yang lebih mudah dikenali.

Setelah Dewasa Malah Berhenti Makan

Bagian paling ekstrem terjadi setelah metamorfosis.

Ketika memasuki fase dewasa, Australian brook lamprey berhenti makan.

Energi yang telah dikumpulkannya selama fase larva kemudian diarahkan menuju satu tujuan utama: reproduksi.

Menurut Griffith University, setelah metamorfosis menuju fase dewasa, lamprey tersebut berfokus pada pemijahan dan akhirnya mati dalam waktu sekitar delapan bulan.

Jadi deretan gigi mengerikan pada mulutnya bukan berarti ikan dewasa berkeliaran mencari korban untuk dimakan.

Ikan Purba dari Garis Evolusi Sangat Tua

Lamprey termasuk salah satu kelompok vertebrata hidup paling kuno.

Mereka merupakan ikan tanpa rahang, berbeda dari sebagian besar ikan modern yang mempunyai rahang sejati.

Struktur tubuh dasar kelompok lamprey telah bertahan sangat lama dalam sejarah evolusi. Carpenter-Bundhoo menjelaskan bahwa bentuk lamprey modern secara umum sudah dapat dikenali sejak sekitar 150 juta tahun lalu.

Garis evolusi lamprey sendiri jauh lebih tua.

Karena itulah para ilmuwan tertarik mempelajarinya bukan hanya sebagai ikan langka, tetapi juga sebagai jendela menuju sejarah awal vertebrata.

Ternyata Bisa Hidup di Daerah Tropis

Sebelumnya terdapat anggapan bahwa Australian brook lamprey membutuhkan kondisi air yang lebih dingin.

Populasi Queensland mengubah gambaran tersebut.

Lamprey ditemukan jauh lebih utara dan mampu bertahan dalam kondisi yang lebih hangat. Bahkan Carpenter-Bundhoo menyebut Queensland secara teknis mempunyai lamprey tropis pertama yang diketahui di dunia.

Temuan tersebut penting karena suhu merupakan faktor besar dalam distribusi ikan air tawar.

Jika sebuah spesies ternyata mampu hidup pada rentang temperatur lebih luas daripada perkiraan, pemahaman mengenai ekologinya harus diperbarui.

Ukurannya Ternyata Kecil

Foto close-up mulut lamprey dapat membuatnya terlihat seperti monster sungai.

Kenyataannya, Australian brook lamprey termasuk kecil.

Griffith University menyebut spesies tersebut dapat tumbuh sekitar 15 sentimeter, sementara laporan lapangan ABC menggambarkan individu sekitar 10 sentimeter.

Jadi meskipun mulutnya terlihat seperti sesuatu dari film horor, hewan tersebut bukan predator raksasa yang perlu ditakuti manusia.

Kebiasaan bersembunyi di bawah pasir juga membuatnya sangat sulit ditemukan.

Mungkin Ada Dua Spesies Lain

Cerita ikan vegan Dracula belum selesai.

Para ilmuwan sekarang sedang mempelajari dua bentuk lamprey lain dari Queensland yang belum dideskripsikan secara formal. Peneliti menduga keduanya dapat mewakili spesies yang belum dikenal ilmu pengetahuan.

Jika dugaan tersebut dikonfirmasi melalui penelitian taksonomi, jumlah spesies lamprey yang dikenal dari Australia dapat bertambah.

Namun sampai analisis selesai dan deskripsi ilmiah diterbitkan, keduanya belum boleh disebut sebagai spesies baru yang sudah resmi.

Queensland Bisa Menjadi Tempat Perlindungan Terakhir

Ada sisi serius di balik penemuan viral ini.

Australian brook lamprey dikategorikan Endangered atau terancam punah di Queensland, dan pemerintah negara bagian melindunginya dari pengambilan maupun pemeliharaan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, spesies tersebut diduga mungkin telah menghilang dari sebagian wilayah sebaran historisnya.

Carpenter-Bundhoo mengatakan Queensland mungkin menjadi satu-satunya kawasan tempat spesies itu masih bertahan dan menyebutnya sebagai kemungkinan “benteng terakhir” bagi ikan tersebut.

Karena itu, mengetahui lokasi populasi yang tersisa menjadi sangat penting.

Populasinya Terisolasi di Sungai Kecil

Lamprey Queensland hidup dalam populasi air tawar yang dapat terpisah satu sama lain.

Kondisi ini membuat mereka rentan.

Jika sebuah sungai mengalami kerusakan habitat, perubahan aliran, polusi, atau gangguan besar lainnya, ikan tidak selalu dapat berpindah dengan mudah menuju sistem sungai lain.

ABC melaporkan para peneliti menemukan populasi yang sangat terfragmentasi. Hilangnya satu populasi lokal karena itu dapat mempunyai konsekuensi besar bagi kelangsungan spesies.

Penelitian Baru Mendapat Pendanaan

Pada Agustus 2026, proyek penelitian lamprey Queensland memperoleh pendanaan A$90.116 melalui program Protecting Queensland’s Threatened Species Applied Research Grant.

Dana tersebut akan membantu ilmuwan kembali ke K’gari dan lokasi lain untuk melakukan survei.

Tujuannya adalah memetakan distribusi sebenarnya, memahami biologi populasi, serta menguji apakah dua bentuk lamprey lain memang merupakan spesies berbeda.

Semakin jelas lokasi populasinya, semakin mudah pemerintah merancang perlindungan habitat.

Bisa Membantu Memahami Evolusi Manusia

Lamprey juga mempunyai nilai penelitian yang jauh melampaui konservasi ikan.

Karena mereka berada pada cabang sangat awal evolusi vertebrata, genom dan fisiologinya dapat dibandingkan dengan vertebrata yang lebih kompleks.

Carpenter-Bundhoo menggambarkan penelitian DNA lamprey seperti melihat versi lebih awal dari “buku petunjuk” vertebrata sebelum ratusan juta tahun evolusi menghasilkan keragaman hewan modern.

Perbandingan semacam ini dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana sistem biologis vertebrata berkembang.

Monster Kecil yang Justru Perlu Dilindungi

Penampilan Australian brook lamprey memang sempurna untuk menjadi viral.

Tubuhnya seperti belut.

Ia mempunyai tujuh celah insang.

Mulutnya bundar dengan deretan gigi tajam.

Dan kelompok kerabatnya terkenal karena menempel pada ikan lain untuk mengisap darah.

Tetapi penampilannya menipu.

Spesies ini tidak menjalani kehidupan sebagai vampir sungai. Fase larvanya memperoleh nutrisi dengan menyaring material mikroskopis, sedangkan ketika dewasa ikan tersebut berhenti makan dan menghabiskan sisa hidupnya untuk reproduksi.

Ikan Vegan Dracula Mengubah Dugaan Ilmuwan

Penemuan ikan vegan Dracula di Queensland menunjukkan betapa mudahnya spesies kecil dan tersembunyi luput dari pengamatan manusia.

Mordacia praecox ditemukan secara tidak sengaja di K’gari pada 2022, sekitar 1.400 kilometer dari wilayah sebaran yang sebelumnya diketahui. Penelitian berikutnya menunjukkan lamprey juga berada di beberapa kawasan Queensland lainnya.

Temuan tersebut menantang anggapan bahwa spesies ini hanya dapat bertahan di perairan dingin.

Sekarang para ilmuwan bahkan sedang menyelidiki dua bentuk lamprey lain yang berpotensi menjadi spesies yang belum dideskripsikan.

Dari luar, hewan ini terlihat seperti vampir mini dari zaman purba.

Namun kenyataannya jauh lebih menarik: ikan tanpa rahang yang telah mempertahankan bentuk dasar tubuhnya selama jutaan tahun, hidup tersembunyi di pasir sungai, tidak mengisap darah, dan mungkin sekarang bertahan di salah satu tempat terakhir yang tidak pernah diperkirakan ilmuwan sebelumnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %