Ig Nobel 2026 kembali membuktikan bahwa penelitian ilmiah tidak harus selalu terdengar serius untuk menghasilkan pengetahuan menarik. Dalam upacara yang berlangsung di Zurich, Swiss, pada 3 September 2026, sepuluh tim peneliti mendapat penghargaan berkat riset yang sekilas terdengar aneh, mulai dari mempelajari susu kecoa hingga mengubur celana dalam untuk mengetahui kondisi tanah.
Ig Nobel memang berbeda dari Nobel Prize. Penghargaan yang diselenggarakan Annals of Improbable Research ini diberikan untuk pencapaian yang terlebih dahulu membuat orang tertawa, kemudian membuat mereka berpikir. Di balik tema-temanya yang menggelitik, penelitian para pemenang tetap menggunakan metode ilmiah dan menghasilkan pertanyaan yang relevan.
Ig Nobel 2026 Digelar di Zurich
Upacara 2026 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam 36 penyelenggaraan, acara Ig Nobel berlangsung di luar Amerika Serikat. Kongresshaus Zürich menjadi lokasi pemberian penghargaan pada Kamis malam, 3 September.
Tradisi unik Ig Nobel tetap dipertahankan. Penonton melempar pesawat kertas ke arah panggung, sementara pemenang menerima trofi yang tahun ini berbentuk perpaduan kaki manusia dan jamur.
Tema upacara 2026 memang berkaitan dengan fungi atau jamur. Namun penelitian yang mendapatkan penghargaan mencakup berbagai bidang yang jauh lebih luas.
Susu Kecoa Mendapat Penghargaan
Salah satu penelitian yang paling menarik perhatian membahas sesuatu yang jarang dibayangkan sebagai makanan: susu kecoa.
Beberapa jenis kecoa tidak sekadar menghasilkan telur. Diploptera punctata, misalnya, merupakan kecoa vivipar yang memberi nutrisi kepada embrionya melalui sekresi kaya protein.
Penelitian terhadap kristal protein yang digunakan untuk memberi makan keturunannya kemudian mendapat perhatian Ig Nobel.
Analisis menunjukkan material tersebut mempunyai kepadatan energi yang sangat tinggi. Laporan mengenai penghargaan tahun ini menyebut protein susu kecoa tersebut dapat memiliki kepadatan energi lebih dari tiga kali susu sapi biasa.
Namun ini bukan berarti masyarakat disarankan mulai memerah kecoa untuk menggantikan susu di lemari es. Nilai ilmiahnya terutama berkaitan dengan struktur protein, nutrisi, dan cara organisme menyediakan energi bagi keturunannya.
Ribuan Celana Dalam Dikubur di Tanah
Pemenang lain melakukan eksperimen yang bahkan lebih mudah menjadi bahan pembicaraan.
Para peneliti menggunakan celana dalam berbahan katun untuk mempelajari aktivitas biologis tanah.
Konsep dasarnya ternyata masuk akal. Katun terutama tersusun dari selulosa, sementara organisme tanah dapat membantu menguraikannya.
Dalam proyek Proof by Underpants, masyarakat diminta mengubur pakaian tersebut di tanah dan kemudian menggalinya kembali setelah beberapa waktu.
Semakin aktif organisme pengurai di dalam tanah, semakin banyak bagian katun yang dapat terdegradasi.
Celana Dalam Jadi Alat Melihat Kesehatan Tanah
Eksperimen tersebut bukan sekadar lelucon.
Dalam proyek di Swiss, sekitar 1.000 peserta mengubur lebih dari 2.000 pasang celana dalam katun di kebun, padang rumput, dan lahan pertanian.
Setelah sekitar dua bulan, pakaian itu digali kembali, difoto, dan dianalisis bersama sampel tanah.
Bagian elastisnya tidak mudah terurai sehingga bentuk dasarnya masih dapat ditemukan, sementara kain katunnya dapat mengalami kerusakan dramatis.
Eksperimen sederhana tersebut digunakan sebagai sarana citizen science untuk membuat masyarakat memahami bahwa tanah sebenarnya merupakan ekosistem yang dipenuhi kehidupan.
Ilmu Meniup Hidung Juga Menang
Tidak berhenti di susu kecoa dan pakaian dalam, Ig Nobel 2026 juga memberikan penghargaan untuk penelitian mengenai cara manusia meniup hidung.
Penghargaan bidang kedokteran diberikan secara anumerta kepada fisiolog Jepang Tokuji Unno untuk penelitian klasiknya mengenai aerodinamika saat seseorang meniup hidung.
Aktivitas yang terlihat sangat sederhana ternyata melibatkan tekanan udara, aliran melalui rongga hidung, serta interaksi dengan lendir.
Penelitian seperti ini menjadi contoh sempurna filosofi Ig Nobel: pertanyaannya terdengar lucu, tetapi fenomena fisiknya nyata.
Ilmuwan Bahkan Mendefinisikan Ciuman
Tim lain menghadapi persoalan yang tampaknya sederhana: apa sebenarnya yang dapat disebut ciuman?
Peneliti Matilda Brindle, Catherine Talbot, dan Stuart West mengembangkan definisi ilmiah yang lebih presisi agar perilaku tersebut dapat dibandingkan pada berbagai spesies.
Mereka mempelajari perilaku kontak mulut pada kelompok yang mencakup manusia dan sejumlah hewan.
Tujuannya bukan sekadar membuat definisi romantis menjadi rumit. Definisi yang konsisten dibutuhkan agar ilmuwan dapat membandingkan perilaku antarspesies dan menelusuri kemungkinan sejarah evolusinya.
Urinoir Anti-Cipratan Ikut Disorot
Ada pula penelitian yang berusaha menyelesaikan masalah sehari-hari dengan pendekatan fisika: bagaimana merancang urinoir yang mengurangi cipratan.
Ketika aliran cairan mengenai permukaan pada sudut tertentu, sebagian cairan dapat memantul kembali.
Para ilmuwan mempelajari geometri yang dapat mengurangi efek tersebut.
Walaupun topiknya mudah menjadi bahan lelucon, hasilnya dapat mempunyai aplikasi praktis dalam desain fasilitas sanitasi yang lebih bersih.
Di sinilah Ig Nobel memperlihatkan bahwa masalah sederhana pun dapat menjadi objek penelitian fisika yang sah.
Ada Penelitian tentang Aroma Bayi dan Remaja
Hidung kembali menjadi pusat perhatian dalam penelitian lain.
Ilmuwan mempelajari bagaimana orang tua merespons aroma tubuh anak pada tahapan usia berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan respons terhadap aroma bayi dapat berbeda dari respons terhadap bau tubuh ketika anak memasuki masa remaja.
Tema penelitian tersebut terdengar lucu ketika disebut di panggung penghargaan, tetapi aroma tubuh sebenarnya merupakan campuran kompleks senyawa kimia yang berubah akibat hormon, mikroorganisme kulit, usia, dan faktor biologis lainnya.
Peneliti Berani Menghadapi Ular Berbisa
Salah satu penelitian paling berisiko dalam daftar pemenang membahas pertanyaan sederhana tetapi berbahaya: bagian mana yang harus terkena tekanan agar ular berbisa memutuskan untuk menggigit?
Penelitian jangka panjang di Amerika Selatan mengamati respons ular terhadap gangguan fisik.
Eksperimen semacam ini jelas bukan sesuatu yang boleh ditiru masyarakat.
Namun secara ilmiah, mengetahui kondisi yang memicu gigitan dapat membantu memahami perilaku defensif ular dan potensi risiko interaksi dengan manusia.
Penelitian tersebut bahkan dilaporkan menyebabkan beberapa kejadian yang membutuhkan perawatan rumah sakit.
Bukan Nobel Prize yang Sebenarnya
Nama Ig Nobel sengaja dibuat menyerupai Nobel, tetapi keduanya merupakan penghargaan berbeda.
Nobel Prize resmi diberikan melalui lembaga-lembaga Nobel berdasarkan kategori seperti fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, perdamaian, dan ilmu ekonomi.
Ig Nobel merupakan penghargaan independen yang menyoroti penelitian tidak biasa.
Meski demikian, ilmuwan peraih Nobel sungguhan sering ikut serta dalam upacara Ig Nobel dan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.
Pada acara 2026 di Zurich, beberapa laureat Nobel hadir untuk menyerahkan trofi.
Mengapa Penelitian Aneh Tetap Penting?
Sains berkembang karena seseorang berani mengajukan pertanyaan.
Pertanyaan itu tidak selalu terdengar penting pada awalnya.
Mengapa kulit jari berkerut?
Mengapa sesuatu memercik ketika mengenai permukaan?
Bagaimana organisme tanah menghancurkan kain?
Apa kandungan makanan yang diberikan kecoa kepada embrionya?
Pertanyaan kecil dapat menghasilkan pengetahuan mengenai mekanika, evolusi, ekologi, kimia, atau fisiologi.
Karena itu, penelitian yang terdengar aneh tidak otomatis berarti penelitian tersebut tidak berguna.
Tujuannya Membuat Orang Tertawa lalu Berpikir
Filosofi utama Ig Nobel sejak awal adalah menghargai pencapaian yang “first make people laugh, and then make them think.”
Bagian kedua dari kalimat tersebut sering terlupakan.
Humor digunakan sebagai pintu masuk menuju sains.
Seseorang mungkin pertama kali membaca penelitian karena penasaran dengan “susu kecoa” atau “celana dalam yang dikubur”, tetapi kemudian belajar mengenai protein, ekosistem tanah, mikroorganisme, dan metode eksperimen.
Itulah alasan penelitian aneh dapat menjadi alat komunikasi sains yang efektif.
Celana Dalam Membawa Pesan Serius tentang Tanah
Eksperimen celana dalam merupakan contoh terbaik.
Masyarakat biasanya melihat tanah hanya sebagai permukaan tempat tanaman tumbuh.
Padahal tanah merupakan ekosistem kompleks.
Bakteri, jamur, serangga, cacing, dan organisme mikroskopis berinteraksi untuk menguraikan material organik dan mendaur ulang nutrisi.
Ketika sepotong katun dikubur, tingkat penguraiannya dapat memberikan gambaran sederhana mengenai aktivitas biologis tersebut.
Celana dalam dipilih karena lucu dan mudah menarik perhatian masyarakat terhadap sesuatu yang sebenarnya sangat serius: kesehatan tanah.
Ig Nobel 2026 Menunjukkan Sisi Lain Dunia Sains
Ig Nobel 2026 menunjukkan bahwa laboratorium tidak selalu dipenuhi pertanyaan yang terdengar megah.
Kadang-kadang ilmuwan mempelajari susu kecoa.
Kadang mereka mengubur celana dalam.
Ada yang mengukur cipratan di urinoir, mempelajari aerodinamika saat meniup hidung, mendefinisikan ciuman, hingga mempertaruhkan keberanian untuk memahami perilaku ular berbisa.
Di permukaan, semuanya terdengar seperti kumpulan eksperimen absurd.
Namun ketika diperiksa lebih dalam, setiap penelitian mempunyai pertanyaan ilmiah di belakangnya.
Itulah alasan Ig Nobel bertahan selama puluhan tahun.
Penghargaan ini mengingatkan bahwa rasa ingin tahu tidak harus selalu dimulai dari pertanyaan besar seperti asal-usul alam semesta atau kehidupan.
Terkadang sebuah pertanyaan yang membuat orang tertawa justru dapat membuat ribuan orang berhenti sejenak dan berkata:
“Tunggu… kenapa memang bisa begitu?”
Dan dari pertanyaan sederhana itulah sains dimulai.







































































































