Kekebalan kelelawar kembali membuat ilmuwan tercengang. Penelitian genetika terbaru menemukan bahwa kelompok kelelawar vesper memiliki dua kumpulan gen berbeda yang digunakan dalam produksi antibodi, sebuah susunan yang sejauh ini belum diketahui terdapat pada mamalia lain.
Temuan tersebut membuka petunjuk baru untuk menjawab pertanyaan yang telah lama menarik perhatian ilmuwan: mengapa kelelawar dapat menjadi reservoir bagi beragam virus, tetapi sering kali mampu menoleransi infeksi tanpa mengalami dampak penyakit seperti yang terlihat pada mamalia lain?
Kekebalan Kelelawar Punya Keunikan Baru
Antibodi merupakan salah satu komponen penting sistem pertahanan tubuh. Molekul tersebut membantu sistem imun mengenali dan merespons benda asing seperti virus dan bakteri.
Namun, penelitian terbaru terhadap DNA kelelawar menunjukkan sesuatu yang tidak biasa.
Para peneliti menemukan kelelawar vesper memiliki dua set gen untuk menghasilkan antibodi. Susunan genetik seperti ini belum pernah didokumentasikan sebelumnya pada mamalia.
Keunikan tersebut membuat para ilmuwan mulai mempelajari apakah sistem tambahan itu berkontribusi terhadap kemampuan kelelawar menghadapi infeksi.
Mengapa Kelelawar Begitu Menarik bagi Ilmuwan?
Kelelawar telah lama menjadi objek penting dalam penelitian penyakit menular.
Hewan ini memiliki sejumlah karakteristik biologis yang tidak biasa. Selain menjadi satu-satunya mamalia yang mampu terbang aktif, kelelawar juga mempunyai umur yang relatif panjang dibandingkan ukuran tubuhnya.
Yang lebih menarik adalah kemampuannya hidup dengan sejumlah patogen yang pada spesies lain dapat menimbulkan penyakit serius.
Karena itu, memahami kekebalan kelelawar dapat membantu ilmuwan memperoleh gambaran lebih baik mengenai bagaimana sistem imun mamalia mengendalikan infeksi.
Ada Sistem Gen Antibodi Kedua
Bagian paling mengejutkan dari penelitian tersebut adalah keberadaan sistem gen antibodi tambahan.
Biasanya, sistem kekebalan menggunakan kombinasi gen tertentu untuk menciptakan beragam antibodi. Variasi inilah yang memungkinkan tubuh mengenali banyak ancaman berbeda.
Pada kelelawar vesper, peneliti menemukan kumpulan gen tambahan yang tampaknya memperluas mekanisme tersebut.
Namun, keberadaan sistem ganda ini belum berarti ilmuwan sudah mempunyai jawaban lengkap mengenai ketahanan kelelawar terhadap virus.
Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui bagaimana kedua sistem tersebut bekerja dan bagaimana mereka berevolusi.
Bisa Membantu Penelitian Penyakit di Masa Depan
Temuan ini berpotensi mempunyai manfaat yang lebih luas daripada sekadar memahami biologi kelelawar.
Jika ilmuwan berhasil mengetahui bagaimana sistem kekebalan kelelawar mengendalikan infeksi tanpa menghasilkan respons tubuh yang terlalu merusak, pengetahuan tersebut dapat memberikan petunjuk baru bagi penelitian penyakit manusia.
Para peneliti kini mempelajari bagaimana mekanisme antibodi tersebut bekerja serta bagaimana sistem unik itu muncul sepanjang evolusi kelelawar.
Tetapi penerapan medis langsung masih membutuhkan penelitian panjang. Temuan genetik tidak otomatis berarti mekanisme serupa dapat diterapkan pada manusia.
Kelelawar Bukan Berarti Kebal terhadap Semua Virus
Ada satu hal penting yang perlu diluruskan.
Penemuan tersebut bukan berarti kelelawar tidak pernah sakit atau kebal terhadap semua virus.
Kemampuan membawa dan menoleransi patogen berbeda antara spesies, virus, serta kondisi lingkungan.
Karena itu, ilmuwan lebih tertarik memahami bagaimana tubuh kelelawar mengendalikan respons terhadap infeksi, bukan sekadar menganggap hewan tersebut memiliki kekebalan sempurna.
Evolusi Kelelawar Jadi Pertanyaan Berikutnya
Setelah menemukan sistem gen antibodi ganda, pertanyaan besar berikutnya adalah bagaimana mekanisme tersebut terbentuk.
Kelelawar merupakan kelompok mamalia yang sangat beragam dengan lebih dari seribu spesies yang tersebar di berbagai wilayah dunia.
Tekanan evolusi selama jutaan tahun dapat membentuk sistem pertahanan tubuh yang berbeda dibandingkan mamalia lain.
Peneliti sekarang berusaha memahami kapan sistem antibodi tambahan itu muncul dan apakah karakteristik serupa terdapat pada kelompok kelelawar lainnya.
Temuan Bisa Mengubah Cara Ilmuwan Melihat Sistem Imun Mamalia
Penemuan ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan mamalia mungkin mempunyai variasi yang lebih besar daripada yang selama ini diketahui.
Jika penelitian selanjutnya mengonfirmasi fungsi khusus dari sistem antibodi kedua tersebut, kekebalan kelelawar dapat menjadi salah satu model penting untuk mempelajari hubungan antara virus dan sistem imun.
Temuan itu juga memperlihatkan bagaimana penelitian genom modern mampu mengungkap mekanisme biologis yang sebelumnya tersembunyi.
Bagi ilmuwan, misterinya belum selesai. Justru keberadaan sistem gen antibodi ganda membuka pertanyaan baru tentang evolusi, toleransi terhadap virus, dan kemungkinan pelajaran yang dapat diperoleh dari salah satu mamalia paling unik di dunia.







































































































