StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Gurita Biru Seukuran Bola Golf “Pulang” ke Galápagos, Baru Tiga yang Pernah Terlihat

0 0
Read Time:4 Minute, 3 Second

Gurita biru Galápagos kembali menarik perhatian setelah satu-satunya spesimen fisik yang diketahui akhirnya dikembalikan ke Kepulauan Galápagos, Ekuador. Hewan laut dalam bernama ilmiah Microeledone galapagensis tersebut kini disimpan di Charles Darwin Research Station sebagai spesimen acuan resmi bagi spesiesnya.

Cerita di balik hewan mungil ini cukup luar biasa. Ukurannya kira-kira hanya sebesar bola golf, tetapi habitatnya berada lebih dari satu kilometer di bawah permukaan laut.

Lebih mengejutkan lagi, manusia sejauh ini baru pernah mengamati tiga individu dari spesies tersebut. Hanya satu yang berhasil dikoleksi, sedangkan dua lainnya diketahui melalui rekaman video.

Gurita Biru Galápagos Ditemukan di Kedalaman 1.773 Meter

Kisahnya bermula pada 2015 ketika sebuah ekspedisi menggunakan kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh atau ROV untuk menjelajahi dasar laut di sekitar Darwin Island.

Saat kamera ROV bergerak melewati kawasan gunung bawah laut pada kedalaman sekitar 1.773 meter, peneliti melihat seekor gurita kecil dengan warna biru mencolok.

Reaksi para ilmuwan ketika pertama kali melihatnya bahkan terekam dalam audio ekspedisi. Ukuran dan warna hewan tersebut langsung menarik perhatian tim.

ROV kemudian berhasil mengambil satu individu untuk penelitian.

Hanya Satu Spesimen yang Bisa Diteliti

Penemuan itu menghadirkan masalah tersendiri.

Untuk menentukan apakah seekor gurita merupakan spesies baru, ilmuwan biasanya perlu memeriksa berbagai bagian tubuh secara detail, termasuk struktur internalnya.

Namun tim hanya mempunyai satu spesimen fisik.

Membedahnya tentu berisiko merusak satu-satunya contoh yang tersedia.

Karena itu, ilmuwan memilih pendekatan berbeda.

Ilmuwan “Membedahnya” Tanpa Pisau

Spesimen tersebut dikirim ke Field Museum di Chicago untuk diteliti lebih lanjut.

Alih-alih melakukan pembedahan konvensional, para peneliti menggunakan teknologi micro-CT scan.

Ribuan potongan citra sinar-X kemudian digabungkan secara digital untuk membentuk model tiga dimensi tubuh gurita. Metode ini memungkinkan ilmuwan melihat struktur internalnya tanpa harus menghancurkan spesimen langka tersebut.

Dari pemeriksaan itulah para peneliti memperoleh informasi anatomi yang dibutuhkan untuk membandingkannya dengan gurita lain.

Hasil penelitian akhirnya mengonfirmasi bahwa hewan tersebut memang berbeda.

Namanya kemudian ditetapkan sebagai Microeledone galapagensis.

Ukurannya Hanya Seperti Bola Golf

Salah satu karakter paling mencolok adalah ukurannya.

Gurita tersebut cukup kecil untuk berada di telapak tangan manusia dan digambarkan berukuran kurang lebih seperti bola golf.

Tubuhnya memiliki rona biru ketika hidup. Ia juga mempunyai lengan relatif pendek dengan satu baris alat pengisap.

Karakter tersebut membantu ilmuwan membedakannya dari beberapa kerabatnya.

Menariknya, keluarga Megaleledonidae tempat spesies ini ditempatkan justru dikenal memiliki anggota yang umumnya jauh lebih besar dan banyak ditemukan di kawasan sekitar Antarktika.

Baru Tiga yang Pernah Dilihat Manusia

Kelangkaannya membuat cerita ini semakin menarik.

Sejauh ini hanya tiga individu Microeledone galapagensis yang dilaporkan pernah diamati.

Satu merupakan spesimen yang dikoleksi pada ekspedisi 2015.

Dua lainnya hanya terekam melalui video bawah laut.

Artinya, pengetahuan ilmuwan mengenai kehidupan sehari-hari spesies tersebut masih sangat terbatas.

Belum banyak yang diketahui mengenai jumlah populasinya, pola reproduksi, umur, makanan utama maupun seberapa luas wilayah persebarannya.

Setelah Bertahun-tahun, Gurita Itu Akhirnya “Pulang”

Pada 2022, spesimen yang telah mati tersebut dibawa ke Field Museum of Natural History di Chicago.

Di sana tubuhnya dipelajari dan digunakan dalam proses deskripsi ilmiah spesies baru.

Setelah penelitian selesai, pada awal September 2026 spesimen itu akhirnya kembali ke Galápagos.

Namun penampilannya tentu sudah berbeda dibandingkan ketika masih hidup.

Warna biru intensnya telah memudar akibat proses preservasi. Tubuhnya menjadi lebih pucat setelah bertahun-tahun disimpan sebagai spesimen penelitian.

Kini ia ditempatkan kembali di Charles Darwin Research Station.

Mendapat Label Merah yang Sangat Penting

Ada detail kecil tetapi penting pada spesimen tersebut.

Ia sekarang memiliki label merah yang menandakan statusnya sebagai holotipe.

Holotipe merupakan spesimen fisik yang dijadikan referensi utama ketika ilmuwan mendeskripsikan suatu spesies baru.

Dengan kata lain, jika peneliti masa depan ingin memastikan karakter asli Microeledone galapagensis, spesimen inilah salah satu referensi terpentingnya.

Status tersebut membuat tubuh kecil gurita itu mempunyai nilai ilmiah sangat besar.

Galápagos Masih Menyimpan Dunia yang Belum Dikenal

Basis data Charles Darwin Foundation mencatat Microeledone galapagensis sebagai spesies endemik Galápagos, dengan catatan persebaran di sekitar barat laut Darwin Island dalam Galápagos Marine Reserve.

Penemuan ini sekaligus memperlihatkan betapa sedikitnya pengetahuan manusia mengenai kehidupan laut dalam.

Wilayah yang berada ribuan meter di bawah permukaan laut sulit dijangkau secara langsung. Ekspedisi biasanya membutuhkan kapal penelitian, kamera khusus dan kendaraan robotik bawah laut.

Akibatnya, hewan yang sebenarnya telah hidup di sana selama ribuan atau jutaan tahun dapat tetap tidak diketahui manusia.

Satu Hewan Kecil, Perjalanan Ribuan Kilometer

Perjalanan gurita biru Galápagos tersebut cukup unik.

Ditemukan sekitar 1.773 meter di bawah laut, dibawa ke permukaan, dikirim dari Galápagos menuju Chicago, diperiksa menggunakan teknologi pencitraan modern, ditetapkan sebagai spesies baru, lalu akhirnya dikembalikan ke kepulauan tempat ia ditemukan.

Kini spesimen tersebut bergabung dengan koleksi besar Charles Darwin Research Station dan dapat membantu penelitian biodiversitas Galápagos di masa depan.

Sementara itu, dua individu lain yang pernah terlihat masih sebatas rekaman kamera.

Dan jauh di kedalaman laut sekitar Galápagos, kemungkinan masih terdapat lebih banyak Microeledone galapagensis—bersama spesies lain yang bahkan belum pernah dilihat manusia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %