StartCemerlang

| Berita Cemerlang Terbaru Hari Ini

Katak Ini Dikenal Lebih dari 100 Tahun, Ilmuwan Baru Sadar Ternyata Spesies Berbeda

0 0
Read Time:4 Minute, 22 Second

Spesies katak baru kembali menunjukkan bahwa dunia hewan masih menyimpan banyak kejutan. Seekor katak yang hidup di kawasan Ekuador dan Kolombia ternyata telah dikenal dan dikoleksi ilmuwan selama lebih dari satu abad, tetapi identitas biologisnya baru berhasil dipisahkan sekarang.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa katak tersebut merupakan spesies tersendiri yang diberi nama Pristimantis milpe. Bahkan spesimen museum dari akhir abad ke-19 ikut membantu ilmuwan membongkar kesalahan identifikasi yang bertahan selama puluhan tahun.

Spesies Katak Baru Sebenarnya Sudah Lama Dikenal

Menemukan spesies baru biasanya identik dengan ekspedisi menuju hutan terpencil dan menemukan hewan yang belum pernah dilihat manusia.

Kasus Pristimantis milpe berbeda.

Katak tersebut sebenarnya sudah berada di depan mata para peneliti sejak lama. Masalahnya, penampilan fisiknya membuat hewan tersebut dianggap sebagai bagian dari spesies lain yang sudah dikenal.

Fenomena semacam ini dikenal dalam taksonomi ketika beberapa spesies yang secara fisik sangat mirip dikelompokkan sebagai satu spesies.

Spesimen Museum Jadi Kunci

Salah satu bagian paling menarik dari penelitian ini datang dari koleksi museum.

Ilmuwan dapat membandingkan katak modern dengan spesimen yang dikumpulkan lebih dari satu abad sebelumnya. ScienceDaily melaporkan bahwa spesimen dari 1800-an membantu peneliti mengungkap bahwa Pristimantis milpe sebenarnya telah “bersembunyi di depan mata” selama lebih dari 100 tahun.

Museum dalam hal ini berfungsi seperti perpustakaan biologis.

Spesimen yang disimpan puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu dapat diperiksa kembali menggunakan metode penelitian yang belum tersedia ketika hewan tersebut pertama kali dikoleksi.

Penampilan Mirip Bisa Menipu

Mengidentifikasi spesies hanya berdasarkan bentuk tubuh bukan perkara sederhana.

Dua hewan dapat mempunyai warna, ukuran dan struktur tubuh yang hampir sama meskipun sebenarnya berasal dari garis evolusi berbeda.

Sebaliknya, individu dari spesies yang sama terkadang mempunyai variasi penampilan cukup besar.

Karena itulah penelitian taksonomi modern biasanya menggabungkan beberapa jenis bukti, termasuk morfologi, lokasi geografis dan informasi biologis lainnya.

Hasil akhirnya dapat mengungkap keberadaan spesies tersembunyi atau cryptic species yang sebelumnya tercampur dengan kelompok lain.

Hidup di Ekuador dan Kolombia

Pristimantis milpe ditemukan di kawasan Ekuador dan Kolombia.

Wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan tropis Amerika Selatan yang terkenal memiliki keanekaragaman amfibi sangat tinggi.

Genus Pristimantis sendiri dikenal mempunyai jumlah spesies yang luar biasa banyak.

Banyak anggotanya hidup di lingkungan hutan dengan wilayah persebaran yang relatif terbatas. Kondisi geografis seperti pegunungan, lembah dan hutan terisolasi dapat membantu populasi berkembang secara terpisah selama waktu yang panjang.

Kenapa Identitas Spesies Sangat Penting?

Sekilas, mengetahui bahwa satu katak sebenarnya merupakan spesies berbeda mungkin terlihat seperti sekadar perubahan nama ilmiah.

Dampaknya jauh lebih besar.

Status spesies memengaruhi cara ilmuwan memperkirakan jumlah populasi, wilayah persebaran dan ancaman yang dihadapinya.

Bayangkan dua spesies berbeda selama ini dihitung sebagai satu.

Populasinya mungkin terlihat besar karena data keduanya digabungkan. Setelah dipisahkan, ilmuwan dapat menemukan bahwa salah satunya sebenarnya hanya hidup di wilayah kecil dan memiliki jumlah individu jauh lebih sedikit.

Informasi tersebut sangat penting dalam konservasi.

Katak Sangat Sensitif terhadap Perubahan Lingkungan

Amfibi termasuk kelompok hewan yang sangat penting dalam pemantauan kondisi ekosistem.

Kulitnya relatif permeabel sehingga banyak spesies sensitif terhadap perubahan kualitas air, kelembapan, suhu dan kondisi habitat.

Di berbagai wilayah dunia, populasi amfibi menghadapi tekanan dari kehilangan habitat, penyakit, perubahan iklim dan berbagai aktivitas manusia.

Karena itu, mengetahui dengan tepat spesies apa yang hidup di suatu wilayah membantu ilmuwan menentukan kebutuhan konservasinya.

Museum Bisa Menyimpan Spesies yang Belum Kita Kenali

Kasus spesies katak baru ini juga memperlihatkan nilai besar koleksi sejarah.

Ada jutaan spesimen hewan dan tumbuhan yang tersimpan di museum dunia.

Sebagian dikumpulkan ketika teknologi genetika modern bahkan belum dibayangkan.

Kini para ilmuwan dapat kembali mempelajari koleksi tersebut menggunakan teknik yang jauh lebih canggih. Hasilnya terkadang mengejutkan: hewan yang selama puluhan tahun mempunyai satu label ternyata sebenarnya mewakili spesies berbeda.

Artinya, menemukan spesies baru tidak selalu membutuhkan perjalanan ke tempat yang belum pernah dikunjungi.

Kadang-kadang penemuannya dapat dimulai dari sebuah laci museum.

Teknologi Membantu Membuka Identitas Lama

Perkembangan teknologi telah mengubah cara ahli biologi menentukan hubungan antarspesies.

Analisis modern memungkinkan peneliti membandingkan karakteristik organisme secara jauh lebih rinci dibandingkan ilmuwan pada abad ke-19 atau awal abad ke-20.

Hal tersebut menjelaskan mengapa klasifikasi biologis terus berubah.

Nama ilmiah bukan sistem yang sepenuhnya tetap. Ketika bukti baru muncul, hubungan antarorganisme dapat ditinjau ulang.

Spesies yang dahulu digabung dapat dipisahkan, sementara kelompok yang dianggap berbeda terkadang justru ditemukan mempunyai hubungan jauh lebih dekat.

“Spesies Baru” Tidak Berarti Baru Muncul

Ada satu hal penting yang perlu dibedakan.

Ketika ilmuwan mengumumkan spesies katak baru, bukan berarti hewan tersebut baru saja muncul di Bumi.

Kataknya sudah hidup jauh sebelum manusia memberikan nama ilmiah.

Istilah spesies baru berarti keberadaannya baru diakui secara ilmiah sebagai spesies tersendiri.

Dalam kasus Pristimantis milpe, situasinya bahkan lebih menarik karena manusia telah memiliki spesimennya sejak lebih dari satu abad lalu.

Yang baru bukan kataknya, melainkan pemahaman manusia mengenai identitasnya.

Masih Banyak Hewan Bisa “Bersembunyi” di Depan Mata

Penemuan ini menunjukkan bahwa katalog kehidupan di Bumi belum selesai.

Hewan yang terlihat biasa pun dapat menyimpan kejutan ketika diperiksa menggunakan metode baru.

Pristimantis milpe menjadi contoh bagaimana kombinasi penelitian modern dan koleksi museum dapat memperbaiki kesalahan identifikasi yang bertahan selama beberapa generasi ilmuwan.

Lebih dari 100 tahun setelah spesimen awalnya dikoleksi, katak tersebut akhirnya memperoleh identitas ilmiahnya sendiri.

Dan mungkin masih ada banyak spesies lain yang nasibnya sama—sudah pernah ditemukan, difoto atau bahkan tersimpan di museum, tetapi belum disadari manusia sebagai spesies yang berbeda.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %