Tren Day in the Life sedang berkembang menjadi salah satu fenomena menarik di media sosial. Konten yang memperlihatkan rutinitas sederhana, seperti berangkat ke kantor, membuka laptop, makan siang, membeli kopi, hingga pulang kerja, ternyata mampu menarik jutaan penonton. Format tersebut kini banyak muncul di TikTok, Instagram, dan YouTube.
Menariknya, kreator tidak membutuhkan aktivitas luar biasa. Mereka justru menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai daya tarik utama. Tren ini semakin kuat setelah banyak pekerja kembali menjalani aktivitas kantor dan mulai membagikan keseharian mereka melalui video pendek.
Tren Day in the Life Mengubah Rutinitas Jadi Hiburan
Konsep Tren Day in the Life sebenarnya sangat sederhana. Kreator merekam perjalanan dari pagi hingga malam lalu menyusunnya menjadi video singkat.
Misalnya, video dapat dimulai saat seseorang bersiap berangkat kerja. Selanjutnya, kamera mengikuti perjalanan menuju kantor, aktivitas di meja kerja, makan siang, hingga olahraga setelah jam kerja.
Reuters mencatat konten seperti ini semakin memenuhi TikTok, Instagram, dan YouTube. Bahkan, eksekutif perusahaan juga mulai mencoba format serupa untuk memperlihatkan aktivitas mereka.
Kesederhanaan justru menjadi kekuatannya. Penonton dapat melihat kehidupan yang terasa dekat dengan pengalaman mereka sendiri.
Konten Sederhana Terasa Lebih Relate
Media sosial sebelumnya identik dengan liburan mewah, mobil mahal, dan kehidupan selebritas. Namun, selera sebagian pengguna mulai bergeser.
Konten sederhana kini dapat terasa lebih autentik.
Pertama, penonton dapat membandingkan rutinitas kreator dengan kehidupan mereka sendiri. Selain itu, kegiatan biasa memberikan gambaran tentang pekerjaan atau lingkungan yang mungkin belum pernah mereka lihat.
Seorang programmer dapat menunjukkan kesehariannya. Begitu pula barista, desainer, pekerja kantoran, mahasiswa, hingga pemilik bisnis kecil.
Akibatnya, Tren Day in the Life memiliki banyak variasi tanpa harus mengubah konsep utamanya.
Kreator Kecil Mulai Dilirik Brand
Perubahan tersebut juga memengaruhi industri pemasaran digital.
Jumlah orang yang menghasilkan uang dari pembuatan konten video meningkat dari sekitar 200.000 pada 2020 menjadi lebih dari 1,5 juta pada 2024, berdasarkan data Interactive Advertising Bureau yang dikutip Reuters.
Sementara itu, pendapatan kreator media sosial di Amerika Serikat diperkirakan mencapai sekitar US$21 miliar pada 2026, naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, perusahaan tidak selalu mengejar influencer dengan jutaan pengikut.
Brand mulai melihat nano dan micro influencer karena konten mereka sering terasa lebih dekat dengan audiens. Bahkan perusahaan besar mulai melibatkan karyawan dalam pembuatan konten mengenai pekerjaan sehari-hari.
Dengan kata lain, meja kantor yang sebelumnya terlihat membosankan sekarang dapat berubah menjadi materi pemasaran.
Rutinitas Kantor Jadi Bagian Budaya Internet
Ada alasan lain mengapa Tren Day in the Life mudah berkembang. Formatnya sangat fleksibel.
Seorang kreator dapat membuat video “sehari menjadi desainer”. Kreator lain dapat menunjukkan “sehari bekerja dari rumah”. Sementara itu, mahasiswa dapat membuat versi kehidupan kampus.
Selain itu, video tidak membutuhkan alur yang rumit. Musik, potongan aktivitas pendek, dan teks sederhana sudah cukup untuk menyampaikan cerita.
Perubahan musim juga dapat menciptakan variasi baru. Tren TikTok pada awal September 2026 menunjukkan format partisipatif sederhana, konten kampus, serta tema musim gugur sedang mendapatkan perhatian.
Karena itu, kreator dapat terus menyesuaikan format tanpa kehilangan identitas kontennya.
YouTube dan Video Kreator Semakin Kuat
Fenomena ini juga berjalan bersama perubahan industri hiburan.
Reuters mencatat jumlah penonton YouTube melalui televisi telah berkembang sangat besar. Kondisi tersebut mendorong perusahaan hiburan tradisional untuk semakin memperhatikan kreator independen.
Batas antara influencer dan entertainer akhirnya semakin tipis.
Kreator yang memulai karier dengan kamera ponsel dapat membangun audiens besar. Setelah itu, mereka dapat memperoleh pendapatan melalui iklan, sponsor, kerja sama merek, hingga produksi konten eksklusif.
Namun, jumlah pengikut bukan satu-satunya ukuran. Interaksi dan hubungan dengan audiens semakin penting.
Kehidupan Biasa Justru Jadi Daya Tarik
Fenomena Tren Day in the Life menunjukkan perubahan menarik dalam budaya internet. Pengguna tidak selalu membutuhkan tontonan spektakuler.
Kadang-kadang, melihat seseorang menyiapkan kopi, mengejar kereta, bekerja delapan jam, lalu pergi ke gym justru memberikan hiburan tersendiri.
Selain terasa dekat, format tersebut memberi penonton kesempatan melihat kehidupan orang lain dari sudut pandang yang sederhana.
Karena itu, rutinitas yang sebelumnya dianggap terlalu biasa untuk ditampilkan kini memiliki nilai ekonomi. Ketika industri kreator terus berkembang, Tren Day in the Life membuktikan bahwa kehidupan sehari-hari pun dapat berubah menjadi konten yang menghasilkan uang.


























































































































